KANALNEWS.co, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah – Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko bersama Ketua Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi  “menjemput” Flight Data Recorder (FDR) di KRI Banda Aceh yang masih di selat Karimata.

Usia tiba di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimatan Tengah, orang nomor satu di TNI itu langsung menaiki helikopter menuju KRI Banda Aceh di mana FDR ditempatkan dan berdasarkan informasi dari Tim KNKT di Lanud Iskandar, kotak hitam diangkat tim SAR gabungan penyelam ke KN Jadayat yang kemudian dipindahkan ke KRI Banda Aceh untuk dibawa dengan helikopter ke Lanud Iskandar dan diterbangkan ke Jakarta.

Kotak hitam alias black box terdiri dari dua subinstrumen utama, yaitu FDR dan Cockpit Voice Redorder. Subinstrumen terakhir berguna dalam merekam semua data percakapan awak kokpit, awak kabin, dan percakapan radio dari petugas di darat atau dari sesama wahana terbang.
Keduanya (FDR dan VCR) biasa dipasang bersamaan dalam satu panel metal dan keduanya digerakkan oleh sistem catu daya.
Dalam aturan penerbangan internasional, cuma instansi setingkat KNKT negara di mana kecelakaan terjadi, maskapai penerbangan operator, pabrikan pesawat terbang, dan pabrikan instrumen FDR-CVR, serta representasi ICAO yang diberi kewenangan membaca dan menginterpretasikan data black box itu.

Hasil pembacaan dan interpretasi data itu tidak dipublikasikan secara lua melainkan dipakai sebagai bahan kajian dan rekomendasi agar insiden dan aksiden serupa tidak terjadi lagi. (Herwan)