KANALNEWS.co, Blitar – Angin topan atau warga setempat menyebutnya dengan lesus  menerjang puluhan rumah warga di tiga desa, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Senin (30/5/2016) petang.

Kholid, salah seorang warga Desa/Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, kepada wartawan di lokasi kejadian mengatakan, sewaktu lesus menerjang memang turun hujan, namun hujan tidak terlalu kencang, angin juga tidak kencang.

“Tapi ketika hujan deras, justru angin bertambah kencang,” katanya.

Pada Saat kejadian Ia mengaku tidak berani keluar rumah. Namun setelah hujan reda, ia pun keluar rumah, dan melihat sejumlah rumah tetangganya sudah rusak dan warga kemudian berupaya membersihkan lokasi dengan alat seadanya

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Ganef Rahmawanto mengemukakan dari laporan yang ia terima saat ini masih 12 rumah yang dilaporkan terkena angin lesus dan dimungkinkan data itu masih bertambah, mengingat dari laporan yang masuk, terdapat tiga desa yang terkena angin lesus, yaitu di Desa Ponggok, Kawedusan, serta Pojok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
“Kami data ada sekitar 12 rumah, beberapa kejatuhan pohon. Yang jelas, ada tiga desa yang terkena,” katanya menjelaskan.

Akibat dari terjangan angin lesus itu, banyak pohon tumbang, bahkan ada yang menimpa rumah. Bahkan, satu unit rumah milik Bibit (45), warga Desa Pojok, rata dengan tanah. Ia pun saat ini meminta warga untuk ikut gotong royong membersihkan ranting dari jalan serta rumah. Namun, untuk pohon yang besar, nantinya akan dilanjutkan pembersihan pada Selasa (31/5) pagi.

Saat ini, pembersihan masih belum maksimal, sebab cuaca sudah malam. Ia pun meminta warga untuk berhati-hati, dengan harapan tidak kejatuhan benda keras. Sedangkan, untuk warga yang rumahnya rata dengan tanah, diharapkan untuk tinggal sementara dengan saudaranya.

“BPBD dengan koramil dan warga lakukan pembersihan, memotong pohon yang tumbang, utamanya yang mengenai rumah penduduk. Jadi, kami lakukan pembersihan dulu,” ujar Ganef.

Sementara itu, di sejumlah rumah yang rusak itu, aliran listrik juga mati, sehingga pemilik rumah pun belum bisa menyelamatkan benda berharga mereka dari reruntuhan bangunan. (Setiawan)