Foto: NU online

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Rencana PBNU menggelar muktamar yang ke 34 dipastikan batal. Penerapan PPKM level 3 se-Indonesia oleh pemerintah menjadi alasan utama Muktamar NU ditunda.

Muktamar NU dijadwalkan digelar pada Desember mendatang. Adapun agendanya adalah memilih ketua PBNU.

Namun kemarin pemerintah memutuskan untuk menerapkan PPKM Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia pada 24 Desember hingga 2 Januari 2022. Pemerintah ingin mengantisipasi tingginya mobilitas di hari libur Natal dan Tahun Baru.

Melihat kondisi tersebut, Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini menyebut pihaknya memilih untuk menunda kegiatan muktamar PBNU. Ada opsi muktamar diundur menjadi akhir Januari.

“Maka, dalam konteks itu, PBNU nanti akan memutuskan jadwalnya kapan, meskipun sudah banyak aspirasi yang menyampaikan aspirasi bahwa hendaknya diundur bertepatan dengan hari baik, yaitu tanggal 31 Januari 2022, di mana bertepatan dengan harlah NU,” kata Helmy, Kamis (18/11/2021).

“Waktu tepatnya kapan, nanti akan diputuskan oleh Ketua Umum dan Sekjen PBNU, Rais Aam dan Katib Aa,” ujar Helmy.

Menurut Helmy keputusan ini sesuai dengan Munas dan Konbes NU. Dalam kesepakatannya, jika ada keadaan mendesak, keputusan selanjutnya diserahkan kepada PBNU.

“Jadi PBNU sesuai dengan hasil Munas-Konbes yang lalu bahwa terkait dengan jadwal yang sudah ditetapkan tanggal 25 Desember 2021 akan mengikuti protokol dan mendapatkan persetujuan atau izin dari Satgas pemerintah. Itu keputusannya dan dalam hal terjadi situasi yang tidak dimungkinkan, maka Konbes NU menyerahkan sepenuhnya kepada PBNU,” ujar Helmy.

“Maka, dalam hal itu, kami PBNU dengan ini menyatakan tentu taat pada keputusan pemerintah. Jadi PBNU juga tidak ingin memaksakan diri menjadi contoh yang tidak baik dalam penegakan protokol kesehatan, terutama kita mewaspadai gelombang ketiga,” dia menambahkan. (ads)