Foto Tangkapan layar FB Lukas Enembe

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Tim kuasa hukum Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe meminta peralihan status penahanan kliennya kepada KPK. Sakit menjadi alasannya.

Ketua tim litigasi THAGP, Petrus Bala Pattyona mengungkapkan alasannya ingin meminta peralihan status Lukas Enembe karena yang bersangkutan mengalami sakit. Kondisi fisiknya bahkan sudah terbatas.

“Bapak Lukas Enembe menderita komplikasi empat penyakit, mulai stroke, hipertensi, diabetes melitus, dan gagal ginjal kronis lima, yang membuatnya harus dirawat intensif dan dibantu orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” ujar ketua tim litigasi THAGP, Petrus Bala Pattyona, dalam keterangannya, Selasa (24/1/2023).

“Agar Bapak Ketua KPK memerintahkan penyidik untuk melakukan pengalihan tahanan dari tahanan Rutan KPK menjadi tahanan kota di Jakarta, dalam rangka keluarga dan dokter pribadi melakukan perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Atau agar Bapak Ketua KPK memerintahkan penyidik untuk melakukan perawatan di RSPAD di bawah perawatan dan pengawasan dokter-dokter RSPAD dan dokter pribadi, tanpa pembatasan bagi keluarga, dan dokter pribadi untuk bersama Bapak Lukas Enembe demi memberi semangat dalam rangka pemulihan,” katanya.

“Atau mengizinkan keluarga, terutama istri dan anak-anak, selalu mendampingi Bapak Lukas Enembe dengan tetap mematuhi syarat-syarat pendampingan yang ditetapkan dokter dan pihak RSPAD,” katanya.

Untuk menyakinkan KPK, pihaknya juga sudah menyiapkan penjamin dari keluarga. Lukas Enembe ingin agar keluarga atau dokter pribadinya saja yang merawatnya.

“Dan oleh karenanya agar dapat dialihkan jenis penahanannya, dengan maksud agar lebih leluasa mendapat perawatan dari tim medis dan keluarga,” katanya.

“Dan dari masukan dokter pribadinya, penderita stroke seperti Bapak Lukas Enembe akan lebih bahagia bila bertemu dan dirawat dengan keluarga dekatnya. Jadi sangat membantu bila dirawat keluarga dan dokter pribadinya,” kata Petrus.

Sebelumnya, istri Lukas juga sempat mengeluhkan kondisi suaminya yang mengkhawatirkan. Namun KPK memastikan kondisi Lukas masih cukup stabil, ia bisa melakukan aktivitasnya.