Foto ist

 

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Jumlah korban dari insiden ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur bertambah. Total ada tiga santri yang meninggal dunia.

Sebanyak 98 santri korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan musala. Ratusan santri tengah berada di dalam musala untuk menjalankan salat ashar, pada Senin (29/9/2025).

Ke-98 santri tersebut dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya. Sementara dua korban meninggal yaitu Mochammad Mashudulhaq (14), asal Dukuh Pakis, Surabaya dan Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Sebelumnya satu korban meninggal dunia Maulana Ibrahim (11).

Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, mengatakan salah satu pasien harus diamputasi di lokasi kejadian karena kondisi luka yang sangat berat dan membahayakan nyawa. Sementara Muhammad Soleh nyawanya tidak tertolong usai terhimpit reruntuhan bangunan musala.

“Evakuasi dilakukan cepat di TKP. Tim ortopedi dan anestesi kami lakukan amputasi lengan kiri karena korban terjepit reruntuhan bangunan,” ujar dr Atok saat dikonfirmasi di RSUD Selasa (30/9/2025). (pht)