Kanalnews.co, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi fenomena La Nina.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena tersebut diprediksi terjadi pada akhir tahun ini serta awal 2022 akibat tingginya curah hujan.
“Kami telah menyusun rencana aksi sebagai langkah antispasi dan penanganan bencana baik di moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api,” kata Menhub Budi saat menjadi pembicara kunci pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BMKG Tahun 2021 secara daring, Jumat (29/10).
Budi menerangkan, secara umum rencana aksi yang disiapkan di masing-masing moda transportasi antara lain, menyiapkan sarana dan prasarana transportasi untuk pelaksanaan evakuasi jika terjadi peristiwa kecelakaan transportasi serta dukungan sarana untuk distribusi obat-obatan dan mobilitas tenaga medis untuk menuju ke lokasi bencana.
“Rencana aksi telah disiapkan mulai dari jangka pendek yaitu kesiapan Standard Operation Procedure (SOP) di masing-masing moda, serta pelatihan dan simulasi implementasi rencana kontijensi bencana. Sampai ke jangka panjangnya yaitu, pengkajian pembentukan satker khusus penanggulangan bencana. Kajian dilakukan dari berbagai aspek yaitu mulai dari aspek legal, kelembagaan, pendanaan, mekanisme pelaksanaan, serta kajian terkait kerentanan, risiko, dan dampak perubahan iklim pada infrastruktur transportasi,” terangnya.
Lebih lanjut, Budi menuturkan bahwa perlu ada upaya bersama untuk meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim. Sehingga menurutnya, konsekuensi dan potensi kerusakan yang timbul akibat perubahan iklim dapat diatasi.
“Dengan menerapkan kebijakan yang ketat mengenai perubahan iklim, diharapkan pula dapat memperlambat, menurunkan dan menstabilkan tingkat kandungan Gas Rumah Kaca di atmosfer yang menyebabkan pemanasan global,” ujar Budi.
Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, pada Desember 2021 hingga Februari 2022 mendatang, patut diwaspadai karena akan ada peningkatan curah hujan hingga lebih dari 70%.
“Di bulan Januari 2022 diprediksi curah hujan akan meningkat di sebagian besar wilayah Indonesia. Peningkatan curah hujan bulanan yang semakin tinggi, dapat mencapai lebih dari 70 persen bahkan ada yang lebih dari 100 persen. Jadi, ini perlu kewaspadaan kita semua di sekitar Januari dan Februari,” tutur Dwikorita. (RR)





































