Kanalnews.co, TUBAN – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Desa Suwalan Kecamatan Jenu, Tuban berdiri sejak tahun 2017 dan di resmikan pada tahun 2018 bersamaan dengan wisuda pertama santri.

Namun siapa sangka bangunan megah itu di lakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat tanpa bantuan dari pemerintah. Dari puluhan santri hingga menjadi ratusan santri selama empat tahun berdiri adalah capaian yang luar biasa bagi TPQ Ar Ridlwan.

“Sebelum gedung mewah awalnya santri-santri itu hanya belajar di teras mushola. Dulu cuma 37 santri, sekarang sudah menjadi 155 santri yang belajar di TPQ Ar Ridlwan ini” Ujar Kepala TPQ Ahmad Anwaruddin Saiful Bahri.

Menurut pria yang akrab di panggil Saiful itu, pihaknya juga sudah membuktikan prestasinya beberapa kali baik di tingkat kecamatan mau pun tingkat kabupaten. Terbukti empat tahun berdiri santri dari TPQ Ar Ridlwan sudah berhasil meraih beberapa prestasi prestasi.

“Kami sudah membuktikan satu tahun pertama berdiri TPQ Ar Ridlwan sudah berhasil meraih prestasi sebagai juara terbaik 1 munaqosah santri kecamatan Jenu dan terbaik 2 munaqosah santri se kabupaten Tuban” ucap Pria kelahiran suwalan jenu itu.

Tidak hanya itu, Alumni Ponpes Assalam juga menambahkan, di tahun kedua TPQ Ar Ridlwan juga berhasil meraih empat prestasi diantaranya, terbaik dengan nilai rata-rata lembaga munaqosah kabupaten Tuban, Juara satu pawai takbir keliling, juara satu Nasyid Fasi XI tingkat kecamatan Jenu dan Juara 3 kaligrafi Fasi XI di kecamatan Jenu.

“Dari deretan prestasi yang kita raih selama ini tidak lepas dari peran 9 guru santri TPQ Ar Ridlwan, masyarakat, wali santri, dan pengurus yayasan” tambah Saiful yang juga Alumni Manbail Futuh Jenu.

Sementara itu ketua yayasan Yasin Singo Negoro, M Suroto mengatakan, berdirinya TPQ ini karena melihat kondisi desa suwalan yang minim akan pendidikan keagamaan. Dan melihat salah satu dari potensi SDM yang memumpini untuk mengajar di TPQ. Dari sembilan guri yang mengajar di TPQ Ar Ridlwan asli warga desa Suwalan yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.

“Adanya TPQ ini untuk memudahkan pendidikan di sektor agama yang ada di desa Suwalan. Awalnya di desa yang terpencil ini anak-anak harus menempuh pendidikan TPQ di desa lain, sehingga jarak yang di tempuh juga lumayan jauh. Namun setelah adanya TPQ Ar-Ridlwan ini anak-anak bisa belajar di desanya dengan jarak yang lebih dekat “ungkapnya.

Suroto juga berharap kedepan, warga desa Suwalan tidak perlu jauh-jauh untuk belajar ilmu agama, karena sudah ada TPQ yang berkualitas didesanya. Selain itu tujuan berdirinya TPQ ini untuk mendampingi santri agar terus mengukir prestasi baik dilingkup desa, kecamatan, kabupaten, provinsi mau pun tingkat nasional.

“Untuk tahun ini program TPQ bahasa Jawa kromo inggil agar santri tidak lupa asal usulnya dan bisa mengedepankan adabnya di lingkungan masyarakat” Pungkas pria yang juga digunakan sebagai kepala Dusun tersebut.

Sebatas di ketahui TPQ Ar Ridlwan ini tidak pernah meminta dana hibah dari baik pemerintah daerah mau pun pemerintah pusat. Pendirian TPQ ini berdasarkan inisiatif masyarakat desa Suwalan Kecamatan Jenu. Dan yang lebih bisa diterima oleh masyarakat bahwa TPQ Ar Ridlwan tidak pernah memungut biaya gedung kepada santrinya. ( swt )