Kanalnews.co, PROBOLINGGO – Momen berbeda hadir dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (17/8/2025). Tiga mantan narapidana teroris (eks napiter) turut hadir dan bahkan mendapat penghargaan langsung dari Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, bersama Wakil Bupati Ra Fahmi.

Di tengah rangkaian upacara, ketiganya dipanggil naik ke podium utama untuk menerima penghargaan. Penyematan simbolis itu menjadi bentuk penerimaan dan dukungan pemerintah terhadap mantan napiter yang telah berkomitmen kembali ke jalan kebangsaan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa perubahan itu mungkin. Kami memberi apresiasi atas tekad mereka untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat dan NKRI,” tegas Gus Haris.

Salah seorang eks napiter yang enggan disebut namanya mengaku bersyukur mendapat kepercayaan tersebut.

“Kami ingin membuktikan cinta kepada NKRI dan siap berkontribusi untuk perdamaian,” ucapnya.

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Muhammad Bayu Hendaruseto, menambahkan bahwa penghargaan ini diberikan bukan hanya karena simbol penerimaan, tetapi juga bukti keberhasilan pembinaan.

“Sebelumnya mereka sudah lama bebas. Kehadiran mereka di upacara ini menunjukkan bahwa semua bisa kembali ke masyarakat, asal berkomitmen dan berkelakuan baik,” katanya.

Bayu menjelaskan, pada momentum kemerdekaan tahun ini, Rutan Kraksaan juga memberikan remisi umum kepada 217 warga binaan. Dari jumlah itu, 9 orang langsung bebas (RU2) dan sisanya 208 orang memperoleh pengurangan masa tahanan (RU1).

“Mayoritas kasus yang mendominasi adalah narkotika dan psikotropika,” tutupnya.

Selain penyematan penghargaan, seusai upacara, dilanjutkan dengan pertunjukan budaya dan parade pakaian adat nusantara bertema persatuan yang diikuti oleh Forkopimda, Bupati dan Wakil Bupati, anggota dewan, serta jajaran OPD Kabupaten Probolinggo.

Pesan yang ingin ditegaskan: kemerdekaan adalah milik semua bangsa, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang pernah salah langkah namun memilih kembali ke pangkuan NKRI. (Gin)