Foto: Shutterstock

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Belakangan ini beredar kabar ada varian baru virus Corona lagi bernama Delmicron. Namun
Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban menegaskan Delmicron bukan varian baru Corona, namun hanya istilah untuk menggambarkan lonjakan kasus Delta dan Omicron.

Kabar pertama kali soal Delmicron disampaikan oleh seorang anggota gugus tugas COVID-19 Maharashta, Negara Bagian India, Dr Shashank Joshi. Ia saat itu berbicara dalam acara debat di News18.

“Delmicron, lonjakan kembar Delta dan Omicron, di Eropa dan AS, telah menyebabkan tsunami kecil kasus,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Zubairi menyebut Delmicron bukan varian baru. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tak perlu khawatir atau panik.

“Delmicron bukanlah varian baru dari virus corona seperti Alpha atau Beta. Artinya, Delmicron cuma istilah yang mengacu pada situasi di mana Delta dan Omicron membuat lonjakan kasus di wilayah tertentu,” kata Zubairi melalui akun Twitternya, @ProfesorZubairi, Minggu (26/12/2021).

Dia mencontohkan situasi yang terjadi di Amerika Serikat. Omicron menyumbang 73% dari total kasus baru.

“Kayak di Amerika. Di sana Omicron menyumbang 73% dari total kasus baru,” ungkapnya.

Sebelumnya, WHO ataupun Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) belum berkomentar soal laporan keberadaan Delmicron. Sementara itu, epidemiolog dari Unair Surabaya, Dr dr Windhu Purnomo, mengatakan kabar soal Delmicron ini baru dilontarkan oleh Satgas COVID-19 India.

“Betul (kabar dari India). Sebetulnya masih sebuah kekhawatiran, belum ada bukti dari data,” kata Windhu kepada wartawan, Minggu (26/12/2021). (ads)