Kanalnews.co, BALIKPAPAN- Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo datang ke kegiatan yang bertema Hajatan Rakyat di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (6/2). Acara tersebut diikuti oleh ribuan masyarakat yang menyerukan nama Ganjar.

Tak hanya warga biasa, masyarakat penyandang disabilitas juga turut hadir dalam acara Hajatan Rakyat Ganjar, di Balikpapan.

Seorang penyandang disabilitas tunanetra bernama Salman dipanggil naik ke atas panggung untuk menyampaikan pesan secara langsung kepada mantan gubernur Jawa Tengah itu. “Nama saya Salman, pak, penyandang tuna netra di sini saya jualan telur asin. Saya harap, kalau bapak jadi presiden nanti tolong bantu teman-teman disabilitas di Indonesia, selama ini masih banyak yang belum mendapat perhatian,” kata Salman.

Salman menambahkan permintaan khusus kepada Ganjar untuk lebih dekat dan meraba wajahnya agar lebih mengenalnya. “Bolehkah saya memegang wajah bapak? saya ingin tahu bapak seperti apa,” pinta Salman.

Ganjar menyambut Salman dan menyodorkan wajahnya untuk di raba seraya berjongkok. “Boleh, pak, silakan. Inilah cara teman-teman tunanetra mengenal kita. Silakan, pak,” ucap Ganjar.

Selanjutnya Ganjar meraih tangan Salman dan mengarahkan ke wajahnya. Dengan perlahan Salman meraba wajah Ganjar, rambut hingga seluruh badan. Dengan tersenyum Salman juga sempat mencium pipi Ganjar.

“Terima kasih ya, pak, setelah saya meraba wajah bapak, saya tahu bapak orang yang jujur. Mudah-mudahan bapak bisa jadi presiden dan bisa menjalankan pemerintahan ini dengan baik,” ucap Salman disambut tepuk tangan ribuan warga.

Seorang penyandang disabilitas lainnya bernama Nabila turut mendatangi Ganjar. Dengan menggunakan bahasa isyarat, dia menyampaikan betapa senangnya bertemu Capres berambut putih tersebut. Nabila juga sempat menuliskan pesan di pundak Ganjar untuk memperhatikan kesetaraan aksesibilitas dan lapangan pekerjaan untuk penyandang tuli di Balikpapan.

Dengan mengacungkan jempolnya memberikan tanda siap mewujudkan harapan Nabila. Dia juga membuat simbol salam metal yang dalam bahasa isyarat bermakna I Love You.

“Terima kasih atas masukannya, Kami memang selalu berusaha agar teman-teman disabilitas mendapat kesetaraan dan aksesibilitas yang sama dengan mengusung Konsep no one left behind harus benar-benar kita wujudkan,” pungkasnya.