KANALNEWS.co, Jakarta – Ratusan pengemudi ojek online, Go-Jek dalam orasi di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta meminta Gubernur Basuki Tjahja Purnama Purnama membantu mengabulkan tujuh tuntutan mereka pada manajemen PT Go-Jek Indonesia, salah satunya soal penghapusan sistem performa.
“Sistem performa menyulitkan pengendara mencapai bonus. Lalu, ada potongan-potongan enggak jelas. Penumpang membatalkan, kami dapat potongan. Kapan kami dapat bonus?” ujar salah seorang pengendara Go-Jek di depan Balai Kota Jakarta, Senin (3/10/2016).
Ia menjelaskan, jika performa turun, maka bonus susah cair, selain itu jika ada orderan namun diabaikan, maka driver yang bersangkutan bonusnya akan dipotong Rp3.000.
“Kalau ada order-an masuk, padahal kami sedang ambil orderan, performa kami langsung turun. Bagaimana mau dapat bonus kalau performa turun. Ini yang buat driver pada kesel,” tuturnya.
Pengemudi juga menuntut perusahaan membuat payung hukum yang independen dari keluhan driver. Selain Perfoma, tuntutan lainnya yang diajukan adalah soal transparansi dalam setiap kebijakan dan sistem yang dibuat perusahaan. Perusahaan juga diminta menstabilkan sistem, memberikan kebijakan peraturan yang sewajarnya.
Kemudian, memberikan kebijakan tarif yang rasional untuk seluruh pengendara se-Indonesia.
Sebelumnya rombongan pengemudi Go Jek melakukan orasi di depan kantor Go-Jek, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Namun tak ada tanggapan dari perusahaan.
“Kami sudah bergerak ke kantor pusat Go-Jek di Kemang, tetapi setelah ditunggu sampai jam 2 siang tidak ada reaksi dari perusahaan. Kami berinisiatif datang ke Balai Kota. Mana tahu ada bapak-bapak kita yang peduli terhadap nasib kami. Kami enggak takut enggak narik. Anak, istri kami punya rezekinya masing-masing,” tutur Dedi. (Herwan)



































