KANALNEWS.co, Jakarta – Rumah Qur’an Violet hadir ditengah-tengah kawasan padat penduduk di Kelurahaan Paseban tepatnya ada di RT 14 RW 3 Paseban Kecamatan Senen Jakarta Pusat untuk mendorong generasi muda cinta Al-Quran.
“Rumah Qur’an Violet hadir untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an dan mendorong generasi muda agar mencintai Al-Qur’an khususnya di Kelurahaan Paseban dan sekitarnya,” kata Teungku Azmi Fajri Usman, pendiri Rumah Qur’an Violet, disela-sela acara wisuda pertama Hafiz Qur’an Rumah Violet Jakarta, Minggu (14/6/2015)
Wilayah Paseban, bagi pria asal Aceh adalah daerahnya para ulama dan karena itulah Rumah Qur’an Violet yang didirikan pada 19 September 2014 memilih wilayah itu, dalam catatan sejarah Paseban menjadi wilayah persilangan tempat bertahtanya Raja Matraman atau sekarang dikenal dengan nama Jalan Matraman.
“Paseban perkampungan Quran kita, Paseban bangkit, kalau bukan kita siapa lagi. Jakarta solusinya Qur’an,” katanya.
Azmi menjelaskan, saat ini Rumah Qur’an Violet mempunyai 250 santri, dan Ia menargetkan sampai dengan akhir 2018, Rumah Qur’an Violet akan melahirkan sebanyak 10.000 santri dengan standar bisa baca Qur’an dan hafal juz 30.
“2 tahun ini konsentrasi pada program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an melalui Rumah Qur’an Violet, 1.000 Rumah Qur’an untukmu Jakarta dengan target 10.000 wisuda massal di tahun 2018 di Monas (Monumen Nasional),” katanya.
Menurutnya, nama kegiatan ini ia namakan “Gerakan 1.000 Rumah Qur’an untukmu Jakarta” yang bertujuan untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an.
Kasdurianto alias Andu, Ketua RT 14 RW 3 Paseban Kecamatan Senen Jakarta Pusat mengakui keberadaan Rumah Qur’an Violet ini telah membantu terciptanya suasana kondusif di lingkungannya. Menurutnya selama ini sebelum dirangkul oleh ‘Abi’ sapaan akrab Azmi Fajri Usman, anak-anak muda hampir setiap malam minum-minuman keras dan juga berbuat onar.
“Alhamdulilah, Abi menjadi motor dan bisa merangkul. Abi tidak melarang tetapi memeluk dengan melakukan pendekatan yang membuat anak-anak bisa meninggalkan kebiasaannya minum-minuman keras, bahkan sekarang beberapa anak muda menjadi santri Abi,” ujar Andu.
Bagi Azmi, anak-anak penghapal Qur’an (Hafiz) harus dimuliakan. Salah satu cara memuliakan santri Hafiz Qur’an adalah dengan menyediakan dua mobil Alphard Velfire untuk berkeliling Jakarta.
“Anak-anak Hafiz Qur’an ini dari keluarga miskin dan tidak mampu yang tinggal di kawasan kumuh, Alhamduliah dengan dukungan dari Pegadaian Syariah khsusunya bapak Rully Yusuf (GM SBU Pegadaian Unit Syariah) anak-anak kami yang telah diwisuda mampu naik mobil mewah keliling Jakarta,” tandas Azmi. (Herwan)



































