Ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Sejumlah negara di Eropa mengalami gelombang ketiga kasus Covid-19. Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengingatkan masyarakat Indonesia tak lengah.

“Jangan euphoria, tetap waspada, sebentar lagi libur panjang natal tahun baru. Banyak undangan pernikahan juga, restoran juga harus hati-hati.” ujar Zubairi seperti dikutip CNN Indonesia.

Menurut Zubairi seperti pengalaman sebelumnya masa liburan kerap membuat angka kasus Covid-19 naik. Sebab, masyarakat melakukan mobilitas tinggi dengan mengabaikan protokol kesehatan.

“Kita berisiko gelombang ketiga, menurut saya risiko ini bisa diabaikan jika kita bekerja dengan baik,” kata Zubairi.

Zubairi pun mengaku bersyukur kasus Covid-19 Indonesia kini melandai. Bahkan positivity rate Indonesia di angka 1,4 persen, turun jauh dari sebelumnya di angka 44 persen.

Ia juga menyebut tingkat kematian harian di angka 20 korban jiwa per hari. Angka ini jauh berkurang dari 2000 orang sehari di masa-masa puncak gelombang dua.

“Kita amat bersyukur bahwa kondisi (Covid-19) Indonesia amat melandai, kita pernah jadi yang paling banyak di dunia, sekarang turun drastis ke nomor 70 lebih,” kata Zubairi.

“Pernah pada bulan agustus kita dalam sehari kasus meninggal 2048 (orang), sekarang hanya 20, kita patut bersyukur.”

Zubairi juga mengimbau kepada semua pihak yang sudah mulai kembali beraktivitas untuk selalu menjalani prokes dengan baik. Sekolah misalnya, harus ada pengawasan ketat agar tak timbul klaster baru.

“Di sekolah yang perlu menaati (protokol kesehatan) tidak hanya siswa, tapi juga guru, tenaga administrasi, bahkan supir bis antar jemput,” ujarnya.

“Ventilasi, pintu jendela harus terus terbuka, terutama jendela-jendela,” dia menambahkan. (ads)