KANALNEWS.co, Turki – Polisi antihuru-hara Turki menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan pegiat LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Interseks) di ibukota Turki, Istanbul pada Minggu (26/6) waktu setempat.
Ratusan orang berkumpul di Istiklal Avenue, yang sibuk, di dekat Bundaran Taksim yang bersejarah untuk melancarkan pawai tahunan LGBTI meskipun sebelumnya pemerintah Turki telah mengumukan pelarangan satu pekan sebelumnya.
Dalam peristiwa itu, sedikitnya 12 orang termasuk dua orang asing ditahan, saat polisi memburu pemrotes lain di jalur kecil dan jalan-jalan di sekitar Istiklal Avenue, kata surat kabar Hurriyet, sebagaimana dikutip Xinhua.
Volker Beck, politikus dari Partai Green Jerman, dan Terry Reintke, anggota Parlemen Eropa, belakangan dibebaskan, kata Hurriyet.
Sebelumnya, polisi anti-huru-hara juga menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan pawai transgender pride pada 19 Juni. Kelompok ultranasionalis dan Islam telah mengancam kelompok LGBTI karena menggelar pertemuan terbuka selama Ramadhan, bulan suci buat umat Muslim. (Setiawan)



































