KANALNEWS.CO., Bangkok – Han Lay, peserta kontes kecantikan internasional di Thailand asal Myanmar, menyerukan perlawanan terhadap junta militer yang menahan pemimpin bangsa tersebut, Aung San Suu Kyi sejak Februari.

Han Lay mengikuti perkembangan politik di negaranya melalui siaran televisi di hotel tempatnya di karantina di Bangkok. Ia menyaksikan semakin banyak para pengunjuk rasa perdamaian di negaranya ynag menjadi korban kekerasan dari pihak keamanan Myanmar.

“Saya merasakan kesedihan seperti setiap orang di Myanmar,” kata Han Lay. Ia memuji keberanian para pengunjuk rasa termasuk para perempuan yang terlibat di dalamnya. “Kami harus memenangi revolusi ini,” katanya sambil menangis.

Sabtu lalu, Han Lay melanggar peraturan tidak tertulis dari kontes kecantikan “Miss Gand International” yang melarang peserta tidak berbicara politik, Han Lay justru mengungkap kesedihanya dengan mengungkapkannya secara terbuka. “Hari ini di negara saya, Myanmar, saat saya berada di atas panggung ini, banyak anak muda yang tewas. Lebih dari 100 orang tewas hari ini. Saya menyesal untuk mereka yang harus kehilangan nyawa mereka.”