KANALNEWS.co-Kairo, Bentrokan antara pendukung dan penentang presiden terguling Mohammad Moursi di dan sekitar Kairo Senin malam menewaskan setidaknya enam orang, kata para dokter kepada AFP.

Dalam insiden terbaru, surat kabar Al-Ahram milik pemerintah melaporkan di lamannya bahwa dua orang ditembak mati ketika para penyerang menyerang para pendukung pemimpin kelompok Islam itu yang melakukan unjuk rasa dekat Universitas Kairo Selasa pagi.

Seorang pejabat rumah sakit mengonfirmasikan dua mayat diterima Selasa (23/7/2013).

Aksi kekerasan Selasa pagi itu terjadi ketika para pendukung Moursi berkelahi dengan para penentangnya dengan saling melemparkan batu dan menggunakan senapan angin dekat Taman Tahrir pada petang sebelumnya menewaskan seorang.

Tiga orang lainnya tewas Senin malam dalam aksi kekerasan di Qalyub, utara Kairo, seorang di antara mereka dilindas kereta api ketika berusaha melarikan diri dari bentokan itu.

Ikhwanul Muslim, organisasi tempat Moursi berasal mengatakan seorang pendukung tewas di Kairo utara ketika polisi terlibat bentrokan dengan para pemerotes pro-Moursi. Kematian itu dapat segera dikonfirmasikan.

Pertumpahan darah terbaru itu terjadi saat keluarga Moursi mengatakan mereka berencana akan menggugat militer karena “menculik” presiden terpilih itu, yang ditahan sejak kudeta 3 Juli.

Para pendukung Islamnya telah bersumpah akan meneruskan protes sampai jabatannya sebagai presiden dipulihkan.

Kendatipun sebagian besar unjuk rasa itu damai,protes pro-Moursi menyebabkan terjadi bentrokan-bentrokan berdarah, dengan lebih dari 100 orang tewaqs kata satu data AFP.

Dalam satu pertumpahan darah, setidaknya 53 orang tewas, sebagian besar pendukung Moursi dalam bentrokan dengan tentara di luar barak militer elit di mana mereka yakin Moursi ditahan di sana. (ant)

 

Penulis : Mohammad Anas Kurniawan