Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA– SKK Migas Wilayah Papua Maluku (Pamalu) terus menegaskan perannya sebagai pengendali dan pengawas utama dalam memastikan kesiapan keamanan Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Abadi Masela.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Pengelola Keamanan Proyek Masela yang digelar di Aula Vila Bukit Indah Saumlaki, Selasa (13/1/2026).

Forum ini menjadi wadah koordinasi strategis antara SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Inpex Masela, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda Kepulauan Tanimbar untuk menyamakan persepsi terkait pengelolaan keamanan di setiap tahapan proyek migas raksasa tersebut.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap SKK Migas Pamalu yang dinilai konsisten membangun komunikasi dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, peran aktif SKK Migas sangat krusial dalam mengawal kesiapan proyek hingga memasuki fase produksi yang ditargetkan pada 2029.

“SKK Migas bersama KKKS Inpex Masela terus membangun koordinasi yang baik untuk memastikan setiap tahapan berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana. Ini penting agar proyek strategis ini dapat memberi manfaat maksimal bagi daerah,” ujar Jauwerissa.

Ia menjelaskan, forum keamanan tersebut merupakan agenda rutin yang difasilitasi Inpex Masela di bawah koordinasi SKK Migas, sebagai bagian dari upaya evaluasi dan pemetaan risiko keamanan di wilayah operasi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas kawasan proyek LNG Abadi Masela sekaligus menciptakan rasa aman bagi investor.

Jauwerissa menekankan SKK Migas memiliki peran sentral dalam menjembatani kepentingan pemerintah, KKKS, dan masyarakat. Melalui komunikasi yang intens dan terstruktur, potensi resistensi sosial diharapkan dapat diminimalkan, khususnya pada kegiatan proyek yang bersentuhan langsung dengan warga.

“Sinergi antara SKK Migas, Inpex Masela, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Blok Migas Masela. Keamanan bukan hanya soal pengamanan fisik, tetapi juga soal kepercayaan publik,” katanya.

Selain aspek keamanan, Jauwerissa juga menyoroti peran SKK Migas dalam mendorong dampak ekonomi lokal. Pemerintah daerah berharap SKK Migas dapat memastikan keterlibatan pengusaha lokal melalui mekanisme pengadaan yang transparan dan terbuka, sehingga sektor migas benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kepulauan Tanimbar.

Forum tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Forkopimda Kepulauan Tanimbar, PA Kepala SKK Migas Indarto Wibowo, Vice President SCM INPEX Rudi Imran, Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Arsyad Ahmadin, Senior Manager HSSE Akhmad Khakim, serta tim PT TAKA Inpex Masela.

Melalui forum ini, SKK Migas diharapkan mampu merumuskan rekomendasi strategis yang tidak hanya memperkuat aspek keamanan proyek, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan di Kepulauan Tanimbar. (ads)