
Kanalnews.co, PROBOLINGGO – Seorang oknum kepala sekolah berinisial W, di salah satu SMP Negeri Kabupaten Probolinggo diduga melakukan tindak kekerasan terhadap siswinya.
Berdasarkan keterangan korban, Bunga (nama samaran), siswi kelas 9, insiden terjadi pada Kamis (21/8/2025) ketika ia yang menjabat sebagai anggota OSIS tengah mempersiapkan properti perlombaan yang akan digelar pagi itu oleh pihak sekolah.
“Tiba-tiba kepala sekolah memanggil kami, ‘sini, sini, sini semua, lari! Ayo jangan lamban!’ katanya. Kami pun bergegas merapat. Lalu kami ditanya, ‘kenapa kok gak berhenti dulu menata mejanya!?’ Kemudian salah satu teman kami menjawab bahwa dirinya sudah membaca sambil mempersiapkan properti lomba,” ungkap Bunga pada Kamis (28/8/2025).
Bunga yang berada di barisan belakang, sedikit terganggu oleh silau matahari.
“Tiba-tiba kepala sekolah menghampiri saya sambil berucap, ‘kenapa kamu ketawa-ketawa!’ katanya, dan langsung memukul kepala saya, tepatnya di bagian belakang telinga kiri saya,” jelas Bunga.
Ia mengaku kaget dan takut. Bunga hanya merunduk terdiam sambil memegang kepalanya yang kesakitan.
“Kerudung bagian belakang saya sampai terbuka. Saya rasa semua siswa yang menyaksikan mendengar suara pukulan itu, karena pukulannya cukup keras,” lanjutnya.
Bahkan, menurut pengakuan Bunga, siswi lain yang saat itu berada di depannya tak sengaja menggerakkan salah satu kakinya dan ia juga ikut dipukul kepalanya.
“‘Kamu ini lagi, main-main!’ begitu kata kepala sekolah,” ujar Bunga menirukan ucapan yang ia dengar.
Bunga menambahkan, peristiwa serupa pernah dialaminya saat masih duduk di kelas 7.
“Sudah dua kali saya dipukul, dan bukan hanya saya. Beberapa teman lain juga pernah kena pukul hanya karena masalah sepele,” ungkapnya.
Akibat pukulan tersebut, kini Bunga sering mengalami sakit kepala serta mengeluarkan air mata.
“Sejak kejadian itu kepala saya sering pusing,” keluhnya.
Wari Susanto, ayah korban, mengaku heran.
“Awalnya saya tidak tahu ada apa dengan anak saya. Anak saya itu periang, kesehariannya sering bantuin ibunya nyuci piring, kadang nyuci baju. Tapi saya perhatikan, kok tidak seperti biasanya. Sehabis pulang sekolah dia hanya diam tiduran di kamarnya. Biasanya dia main ke luar sama temannya, tapi malah sering tiduran. Setelah saya tanya, ternyata dia mengalami kejadian seperti itu,” katanya.
Waris menilai hal ini tidak bisa dibiarkan. Menurutnya tindakan kekerasan tidak seharusnya terjadi di lingkungan sekolah, apalagi dilakukan oleh seorang kepala sekolah.
“Mestinya kalau memang murid itu salah, ya diomongi dulu, jangan main pukul aja,” kata Waris.
Ia berharap hal ini segera ditindak secara tegas. “Ini bukan pertama kalinya. Bahkan dulu sempat didemo oleh warga atas kejadian serupa. Namun kasus kekerasan tersebut berlalu begitu saja. Dan saat ini kembali terjadi menimpa anak saya,” ujarnya geram.
Sementara itu, pihak sekolah membenarkan adanya kejadian itu. Namun hingga berita ini diturunkan, usaha untuk konfirmasi terhadap kepala sekolah yang bersangkutan belum mendapat jawaban.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nur Jayadi, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Iya, saya juga baru dapat informasi terkait kejadian tersebut. Seandainya benar terbukti, kami tidak akan segan-segan untuk menindak tegas oknum yang bersangkutan,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui seluler. (Fafa)


































