Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA– PDIP melempar sindirian kepada PSI. Partai banteng tersebut menyebut PSI sebagai partai kecil penganggu.

Hal itu disampingkan oleh Ketua DPP PDIP Said Abdullah menanggapi sindiran anggota PSI Ade Armando, yang menyebut PDIP melakukan kontrak politik dengan Ganjar Pranowo.

“Kalau partainya kecil mengganggu sesama yang kecil dia tidak jadi berita. Kalau mengganggu partai besar supaya masuk parlemen, selalu akan ganggu. Bukan hanya itu, ganggu Kaesang, habis itu soal kemudian kontrak politik Ganjar,” kata Said.

Said menegaskan PDIP tidak mengenal kontrak politik dengan Ganjar. Apalagi sampai mengatur presiden RI Joko Widodo.

“Kita kebingungan, kita yang tahu prosesnya dan sebagainya tidak ada itu kontrak politik. Yang ada adalah bahkan Pak Ganjar sendiri menyampaikan ‘Jar’, ketika Pak Ganjar menceritakan itu, ‘topi ini saya berikan sebagai bentuk bahwa ini sudah menjadi simbol nasional, kamu jangan pernah lupa bahwa tugas ini adalah tugas kerakyatan’. Kalau itu dinamakan kontrak politik, ya itulah petunjuk ibu ketua umum terhadap Ganjar,” katanya.

“Tapi di-framing lagi ada kontrak politik, menteri strategis, itu bukan karakter PDIP selama ini. Ketika dengan Bapak Presiden Jokowi dua periode menterinya PDIP apa saja sih? Menkumham, Mendagri, Menpan RB, Mensos. Sehingga salah alamat,” tegasnya.(ads)