
Kanalnews.co, MALANG– Kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan membuat Arema FC siap-siap menerima sanksi berat. PSSI memastikan salah satu hukumannya Arema tidak boleh bisa berkandang lagi di Stadion yang telah menelan 125 korban.
“Kami pastikan Arema tidak boleh bermain di Stadion Kanjuruhan. Dan Liga 1 dihentikan sementara,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.
Namun begitu, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menyebut keputusan resmi akan dikeluarkan oleh Komdis PSSI. Tak menutup kemungkinan ada sanksi yang lebih berat.
Kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) menelan korban meninggal 125 orang. Kejadian bermula ketika suporter Aremania tidak terima timnya kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya hingga merangsek ke dalam lapangan dan mengejar pemain.
Polisi berusaha memukul mundur suporter. Puncaknya, polisi mengeluarkan gas air mata ke sudut-sudut stadion, termasuk ke tribun.
Penggunaan gas air mata tersebut diduga menjadi salah satu penyebab ratusan orang meninggal dunia. Namun pemerintah sudah memastikan semua pihak harus bertanggung jawab atas tragedi yang memilukan ini.
Sebagai informasi, Arema FC sebelumnya juga pernah mendapatkan hukuman oleh PSSI. Penyebabnya tidak jauh berbeda, suporter masuk ke lapangan untuk memprovokasi pemain Persebaya Surabaya pada 2018 lalu.
Akibatnya, Arema FC dihukum tanpa suporter dalam tiga laga kandang. (ads)


































