KANALNEWS.co, Jakarta – Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menerima seporter timnas Indonesia Fuad Naji dan Yovan Restu yang didampingi Darius Sinathrya, Kamis (28/11) siang di ruang kerjanya lantai 3, Kemenpora. Fuad dan Yovan adalah suporter timnas Indonesia yang menjadi korban pengeroyokan pendukung sepakbola Malaysia Kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia.

Usai pertemuan, Sesmenpora mengatakan bahwa hari ini kita menerima Darius Sinathrya yang memfasilitasi kedatangan dua korban pengeroyokan seporter Malaysia. “Sebelumnya saya sudah bertemu dengan Mas Fuad di Jakarta Barat pada Minggu malam. Tujuan pertemuan hari ini sebagai bentuk koordinasi dalam bentuk tanggungjawab negara,” jelasnya.

“Sebelum mereka datang, kami sudah kontak langsung dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, yakni Koordinator Fungsi Koordinasi dan Sosial Budaya Agung Cahaya Sumirat. Komunikasi ini untuk memastikan jadwal investigasi yang telah dijanjikan oleh Polisi Diraja Malaysia (PRDRM). Saya tanya ke KBRI itu masih on, bahkan nanti rencana keberangkatan korban ke Malaysia ditanggung sepenuhnya oleh Kemenlu,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, keberangkatan Yovan dan Fuad ke Malaysia bakal difasilitasi oleh Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI. Menurut Gatot, jadwal keberangkatan belum bisa dipastikan. “Kapannya belum tahu, hampir tiap hari kami komunikasi dengan Kemlu maupun KBRI di Kuala Lumpur,” katanya.

Sementara itu, Fuad Naji mengatakan bahwa pertemuan ini membicarakan seputar insiden bentrokan dengan seporter Timnas Malaysia sebelum laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Malaysia vs Indonesia, (19/11) lalu.Fuad Naji menilai, aksi pengeroyokan itu terjadi secara terencana. “Sweeping itu terorganisasi dan terencana,’ ucapnya.

Darius Sinathrya, mengatakan bahwa permasalahan tersebut harus diselesaikan lewat mediasi federasi dan pemerintah kedua belah pihak. “Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Kemenpora dalam menyelesaikan kasus ini. Masalah ini memang harus secepatnya diselesaikan, saya khawatir akan menjadi bom waktu aksi balasan yang lebih keras dan akan semakin sulit memadamkan dendam antar dua kubu!,” ujar Darius. (Eko).