Kanalnews.co, JAKARTA– Permintaan maaf Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada rakyat direspons negatif oleh PDIP. Waketum PAN Viva Yoga Mauladi pasang badan.

“Sikap Presiden Jokowi sangat bijaksana. Sebagai manusia, tentu bukanlah Maha Sempurna, karena kesempurnaan hakiki hanyalah milik Allah, Tuhan Yang Maha Esa,” kata Viva.

Menurutnya program-program Jokowi akan diteruskan oleh presiden dan wapres terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Jika masih ada program yang belum sempurna, ya nanti akan diselesaikan, diperbaiki serta disempurnakan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Viva.

Terkait sikap PDIP, Viva menilai partai yang diketuai oleh Megawati Soekarnoputri itu seharusnya bisa menunjukkan sikap ksatria. Setelah dua kali menang mendukung Jokowi, kali ini kalah adalah bagian demokrasi.

“Dalam sejarahnya, Pak Jokowi dua kali terpilih menjadi presiden didukung oleh PDIP. Jika di Pilpres 2024 calon PDIP kalah berlaga, ya itu konsekuensi dari demokrasi elektoral,” ujarnya.

“Jika sudah kalah, ya sebaiknya menerima dengan jiwa ksatria. Tidak usah lagi mengorek-ngorek masa lalu dengan memakai bahasa negatif, destruktif, dan toxic. Tidak enak dibaca dan dirasa karena menebar energi buruk, he-he-he,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap seluruh pihak dapat mendukung pemerintahan selanjutnya.

“Marilah kita menatap masa depan dengan rasa optimisme. Politik kekuasaan dalam sistem demokrasi konstitusional adalah jalan terbaik dalam membangun peradaban Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, PDIP merespons Presiden Jokowi yang meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia menjelang berakhirnya masa jabatan. Juru Bicara PDIP Chico Hakim menilai hal itu sudah terlambat.

“Kami tidak merasa ini sesuatu yang perlu dihiraukan terlalu serius atau terlalu jauh karena semuanya sudah cukup terlambat,” kata Juru Bicara PDIP Chico Hakim saat dihubungi, Jumat (2/8). (ads)