Foto tangkapan layar

Kanalnews.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas soal masa depan energi Indonesia. Di tengah ketergantungan panjang terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), Prabowo yakin Indonesia bisa memutus rantai tersebut dan berdiri sepenuhnya di atas kaki sendiri.

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Prabowo mengaku telah mempelajari berbagai data kekayaan alam Indonesia dan menemukan potensi besar yang selama ini belum dimaksimalkan.

“Saudara-saudara sekalian, sekali lagi saya katakan saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita menemukan kekayaan-kekayaan baru,” kata Prabowo saat meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah Indonesia secara virtual, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, Indonesia memang tidak akan sepenuhnya bebas dari tantangan global. Namun dengan kekayaan sumber daya yang dimiliki, ia percaya Indonesia justru akan keluar dari berbagai krisis dengan posisi yang lebih kuat.

“Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak menutup-nutupi itu. Tapi kita punya kekuatan. Perkiraan saya, kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan lebih kuat, lebih makmur, lebih produktif, dan mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung kondisi dunia yang sedang tidak stabil, mulai dari konflik antarnegara hingga melonjaknya harga energi global yang ikut memicu kenaikan harga pangan di banyak negara.

Di tengah situasi tersebut, ia menilai Indonesia berada dalam posisi yang relatif aman karena hampir mencapai swasembada pangan, terutama untuk komoditas beras.

“Yang bertahun-tahun saya perjuangkan adalah swasembada pangan. Dalam keadaan perang di mana-mana, harga BBM menjulang tinggi yang mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur hampir mencapai swasembada pangan. Kita sudah sampai swasembada beras,” ujarnya.

Tak hanya soal beras, pemerintah juga menargetkan kemandirian dalam pemenuhan protein nasional sehingga masyarakat tidak tergantung pada pasokan luar negeri. Namun yang paling disorot Prabowo adalah ambisi besar di sektor energi.

Ia menegaskan Indonesia memiliki peluang besar untuk memproduksi BBM sendiri tanpa harus terus mengandalkan impor.
Yang mengejutkan, sumber energi itu tidak hanya berasal dari minyak bumi, tetapi juga dari tanaman yang tumbuh di tanah Indonesia.

“Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan, swasembada energi. Kita punya karunia besar dari Yang Maha Kuasa bahwa nanti kita mampu memenuhi kebutuhan BBM bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita,” kata Prabowo.

Ia menyebut berbagai komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif yang berpotensi menggantikan BBM impor.

Menurut Prabowo, kunci untuk mewujudkan kemandirian energi tersebut adalah kerja keras dan persatuan nasional.

“Saudara-saudara sekalian, kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersatu menghadapi krisis,” pungkasnya. (sis)