Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto berkomentar terkait banyaknya permintaan dukungan kepada presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dari para calon pilkada serentak 2024, termasuk calon gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Ia menilai siapapun yang menemui Jokowi tidak layak menjadi pemimpin.

“Siapapun yang datang ke Pak Jokowi itu menunjukkan mentalnya tidak kuat sebagai pemimpin, itu mental kalah. Itu mental tidak layak untuk menjadi pemimpin karena mereka harus mendatangkan leverage power,” kata Hasto dalam keterangan tertulis, Minggu (3/11).

Ia menduga para calon kepala daerah yang mendatangi Jokowi menginginkan cawe-cawe dari aparatur negara di Pilkada 2024. Hasto meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan upaya-upaya campur tangan dari aparat negara.

“Kalau Pilkada ini ada yang campur tangan, ada aparatur negara yang campur tangan termasuk oknum-oknum Polri yang mencoba campur tangan, jangan takut mari kita bergerak, kita selamatkan demokrasi, kedaulatan rakyat, apapun resikonya,” katanya.

Hasto juga mengimbau kepada masyarakat agar memilih calon pemimpin yang layak. Salah satunya yang mau bergerak, bukan mencari restu dari pihak tertentu.

“Mencari pemimpin yang bergerak ke bawah, bukan yang mencari restu-restu, itu model-model lama. Itu mental pemimpin yang tidak kuat,” katanya.

Jokowi sempat ditemui oleh sejumlah paslon, seperti cagub dan cawagub Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen. Bahkan partai pengusung ingin menjadikan Jokowi sebagai jurkam.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menyebut tidak masalah Jokowi berpihak pada calon tertentu di Pilkada 2024. Sebabnya, Jokowi sudah merupakan rakyat biasa. (ads)