
Kanalnews.co, JAKARTA- Pertemuan calon gubernur Jakarta Ridwan Kamil dengan presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan sindiran dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. RK kini gantian membalas.
Hasto menilai RK telah menunjukkan mentalitas kalah lantaran menemui Jokowi. Bahkan, ia menyebut cara-cara meminta restu dan dukungan itu seperti mengembalikan Indonesia ke budaya Orde Baru.
“Terima kasih, di tengah-tengah hasil survei yang menunjukkan pasangan RK Itu mengalami penurunan secara drastis, menunjukkan ketidakpercayaan publik yang makin besar, kemudian Pak RK datang ke Pak Jokowi, itu menunjukkan mentalitas kalah,” kata Hasto setelah menghadiri ‘Victoria Run’ di Tangerang seperti dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/11).
“Budaya restu-restuan itu adalah budaya lama, budaya Orde Baru. Berbeda dengan budaya anak muda, generasi milenial, gen Z ya mengedepankan prestasi, itu bedanya. Harus turun ke bawah, dengan menampilkan gagasan yang baik, sehingga ketika RK datang ke Pak Jokowi itu menunjukkan sekali lagi mentalitet kalah, mentalitet bukan pejuang,” katanya.
Cara RK tersebut, ditegaskan Hasto tak akan ditiru oleh Pramono Anung-Rano Karno karena keduanya memilih fokus menyapa warga Jakarta. Hasto menduga RK menemui Jokowi lantaran elektabilitas belakangan justru menurun, salah satunya karena pernyataan cawagub Suswono yang menyinggung janda kaya menikahi pria pengangguran.
“Maka dari itu, kami makin meyakini Pak Pramono Anung dan Rano Karno akan memenangkan Pilkada Jakarta, karena terus turun ke bawah dan menyapa rakyat dengan gagasan gagasan yang membangun Jakarta sebagai global city,” ujarnya.
“Suatu kekhawatiran, kekhawatiran yang sangat dari RK, karena surveinya menurun dan kemudian ada persoalan terkait dengan wakilnya, yang banyak mengatakan itu suatu bentuk pelecehan agama, dan kemudian datang minta restu, sekali lagi itu menunjukkan mentalitas kalah. Oleh karena itu, mari kita semua bergerak serentak karena budaya restu-restuan itu budaya masa lalu, budaya feudal yang harus kita tinggalkan,” kata Hasto.
Mengetahui sindiran itu, RK membalas. Mantan gubernur Jawa Barat menilai sosok bermentalitas kalah adalah pihak yang mengklaim seolah-olah didukung padahal tidak.
“Saya itu kan diundang, kehormatan kalau mendatangi undangan dari Pak Prabowo, dari Pak Jokowi ya. Yang paling buruk itu justru adalah yang mengklaim seolah-olah didukung, menyebarluaskan isu bahwa didukung padahal tidak,” kata RK usai menghadiri acara ‘Deklarasi Dukungan Forkkabi’ di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (3/11).
“Menurut saya itu, yang mental kalah itu, yang itu (klaim dapat dukungan). Kalau saya datang itu bukan mental kalah, itu mental patriot, mental berbasis adab menghadiri undangan orang tua, apalagi dua presiden. Saya kira itu argumentasi,” ungkapnya.
Terkait tudingan survei elektabilitasnya yang menurun, RK membantahnya. Ia menyakinkan data jika elektabilitas bersama Suswono masih unggul.
“Kita bicara fakta ya, kalau dibilang elektabilitas kalah data dari mana? Mayoritas survei kan kita menang berarti argumen pertama sudah patah,” ujar RK. (ads)





































