Foto dok Sekretariat Presiden

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali turun langsung ke daerah terdampak bencana alam dengan meninjau lokasi banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar). Dalam agenda kali ini, Kepala Negara dijadwalkan menyambangi tiga wilayah untuk memastikan proses penanganan dan pemulihan berjalan optimal.

Prabowo telah tiba di Sumbar sejak Rabu malam (17/12/2025) melalui Bandara Internasional Minangkabau. Kunjungan tersebut menandai kedatangan keduanya ke Sumbar dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya melakukan lawatan berulang ke Aceh dan Sumatera Utara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Presiden akan mengawali rangkaian kegiatan dengan bermalam di Padang sebelum melanjutkan kunjungan ke sejumlah daerah terdampak bencana. Tiga kabupaten yang masuk dalam agenda peninjauan adalah Kabupaten Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.

Menurut Teddy, Presiden ingin melihat langsung kondisi lapangan, mulai dari lokasi pengungsian hingga pembangunan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Fokus utama kunjungan ini adalah memastikan percepatan pembangunan hunian sementara, pemulihan jembatan, serta kesiapan fasilitas dasar bagi warga terdampak.

“Dalam kunjungan ini, Kepala Negara diagendakan meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana, baik titik pembangunan hunian sementara, titik pengungsian, titik pembangunan jembatan sekaligus memastikan percepatan pemulihan semua infrastruktur,” ujar Teddy.

Dalam pelaksanaannya, Prabowo dijadwalkan terbang menggunakan helikopter dari Lanud Sutan Sjahrir menuju Kabupaten Agam. Di daerah Palembayan, Presiden akan meninjau posko pengungsian serta hunian sementara yang berada di SD Negeri 5 Kayu Pasak.

Agenda kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Padang Pariaman dengan meninjau Jembatan Mantuang yang terdampak bencana. Setelah itu, Presiden akan menempuh perjalanan darat menuju kawasan Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar sebelum kembali ke Lanud Sutan Sjahrir.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi, sekaligus menjamin kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi. (ads)