
Kanalnews.co, JAKARTA- Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengakui hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang di titik terendah. PDIP menilai hal itu wajar jika sudah tidak komitmen.
Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno menilai kerja sama politik berdasarkan kesepakatan dan diikat komitmen. Untuk itu, jika ada yang keluar dari kesepakatan, maka komitmen tidak lagi terjaga.
“Diibaratkan kereta api, stasiun tujuannya jelas, relnya, dan gerbongnya sama dan searah. Begitu ada yang keluar gerbong, berarti komitmen sampai stasiun tujuan tidak terjaga,” ujar Hendrawan dikutip dari CNNIndonesia.com.
Ia menilai membangun komitmen tidak mudah. Sementara komitmen mudah retak sehingga membutuhkan kehati-hatian.
Sebelumnya, Surya Paloh mengaku hubungannya sedang tidak baik-baik saja dengan Jokowi.
“Kalau dibilang di titik terendah itu sudah bagus. Yang saya takut kalau sudah masuk kategori minus,” kata Paloh.
Sebelumnya, Jokowi mengakui tidak mengundang NasDem dalam pertemuannya dengan parpol pro pemerintah. Alasannya partai Surya Paloh tersebut telah memiliki koalisi sendiri.
Di sisi lain, PDIP telah mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres 2024. Sementara Ketum Megawati Soekarnoputri tetap datang dalam pertemuan di Istana Negara tersebut.



































