Foto tangkapan layar

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago mengusulkan agar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dibubarkan. Ia menilai fungsional IDI samar.

Hal itu disampaikan Irma saat rapat Komisi IX DPR bersama IDI. Agenda utama pertemuan tersebut DPR ingin mendengar alasan pemecatan dr Terawan.

“Saya ingin memperdalam tujuan didirikannya IDI. IDI ini saya melihatnya sama seperti serikat pekerja. Melindungi anggotanya, memberdayakan anggota kemudian men-support anggotanya bukan memecat anggotanya,” kata Irma.

Ia menilai pemecatan Terawan jelas menggambarkan IDI tidak mendukung inovasi kedokteraan. Hal itu menyusul adanya metode cuci otak yang dilakukan oleh Terawan.

“Terkait dengan kasus dr Terawan, saya kira beliau sudah memenuhi ini. Kemudian profesi anggota, membina dan mengembangkan profesi anggota, saya lihat IDI nggak ada ini,” cetusnya

“Jelas cuci otaknya dr Terawan itu berguna bagi pasien dan semua pasien mengatakan itu tidak punya efek samping, justru malah menyehatkan, menambah kecerdasan. Banyak yang disampaikan oleh pasien dr Terawan terkait testimoni mereka sesudah dilakukan DSA,” katanya.

Oleh karena itu, ia mendorong agar IDI dibubarkan. Sebab, IDI dianggap tak membantu dokter seperti kasus adanya ribuan dokter yang gagal uji kompetensi dan terancam menganggur.

“Kalau memang tujuan IDI itu adalah men-support, melindungi anggota, ini ada 2.500 dokter muda yang tidak lulus uji kompetensi dan bakal menganggur. Terus apa yang dilakukan IDI kepada mereka? Apa yang dilakukan IDI? Cari jalan keluar, enggak. Dibiarin begitu saja. Kemudian enak-enak mecat-mecat kalau nggak setuju,” kata Irma.

“Bubarin aja IDI-nya. Ngapain orang cuma organisasi profesi, kok. IDI itu cuma memberikan rekomendasi sama dengan Komisi IX ini. Komisi IX ini nggak bisa memberikan sanksi dengan pemerintah. Hanya memberikan rekomendasi, boleh dipakai, boleh nggak,” tegasnya.