Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Proses evakuasi korban musala ambruk di Pondok Pesantren Al Koziny, Buduran, Sidoarjo, masih dilakukan. Sebanyak 7 santri masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan.

“Yang masih hidup dan terdeteksi ada tujuh lagi. Ada satu sektor yang di belakang satu orang, kemudian di tengah satu orang, di samping kanan lima orang. Itu terdeteksi masih komunikasi,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Adhy Karyono.

Tim SAR terus berusaha agar para korban tetap mendapatkan asupan oksigen, minuman dan minum demi bisa bertahan hidup.

“Kita kasih suplai minum, makan, kemudian kasih oksigen,” ungkapnya.

Ia menyebut proses evakuasi tidak bisa dilakukan terburu-buru karena kondisi bangunan tidak stabil. Untuk itu, Tim SAR belum menggunakan alat berat mengangkat reruntuhan bangunan.

“Fokus hari ini (kemarin) kita belum menggunakan alat berat karena kalau dilakukan alat berat, maka pergeseran itu menjadi malah mencelakakan ya, baik petugas maupun yang dievakuasi,” katanya.

Ia memastikan, tim terus bekerja keras agar tujuh santri yang masih terjebak segera bisa diselamatkan.

“Golden time-nya kita tidak terlalu lama ini soalnya,” katanya.

Insiden ambruknya musala di Ponpes Al-Khoziny terjadi pada Senin (29/9/2025) saat salat asar berjamaah. Ratusan santri terjebak di dalam reruntuhan. Total ada 3 orang meninggal dunia. (ads)