
Kanalnews.co, JAKARTA– Menpora RI Dito Ariotedjo kembali mengungkapkan kendala-kendala yang ada di Jakarta International Stadium (JIS). Meski ia mengakui secara infrastruktur, JIS sudah seperti stadion di Eropa
Wacana merenovasi JIS mencuat setelah Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. JIS menjadi opsi karena Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan dipakai untuk kongres Coldplay.
Akan tetapi, JIS diketahui memiliki sejumlah kendala. Salah satunya akses parkir sehingga dirasa perlu ditinjau ulang kembali.
“Jadi terkait di JIS itu, ini kan lagi rame polemiknya jadi banyak pihak yang beda pendapat. Tapi prinsip sebenarnya terkait stadion tidak hanya JIS, ada 22 stadion Indonesia ini yang akan kita fokuskan kita lihat dari akses mana saja, mana perlu diperbaiki, renovasi, dan disempurnakan kita bisa melihat,” kata Dito dalam konferensi pers LPS Monas Half Marathon, Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/6/2023).
Renovasi tersebut, lanjut Dito tak hanya untuk memprioritaskan cabor sepakbola. Tetapi nantinya bisa dipakai untuk cabor lain.
“Stadion ini kan multifunction, tidak hanya bola bisa juga atletik di situ. Jadi kita ingin, 22 stadion di seluruh Indonesia ini ke depannya kita pastikan semua itu ini optimalisasi secara teknis dan juga secara spesifikasi, harus kita pastikan harus memenuhi segala standar dibutuhkan,” katanya.
Secara kasat mata, Dito mengakui JIS bak stadion di Eropa. Tetapi di dalamnya masih ada catatan.
“Terkait dengan JIS itu memang ada, JIS kita akui adalah stadion yang sangat baik kita kalau masuk stadion saja itu serasa feel-nya udah seperti kayak di Eropa. Tapi memang, kita harus berani mengakui ada beberapa catatan perbaiki dan kita sempurnakan dalam rangka event internasional,” ujar Dito.
“Ini memastikan tidak ada kendala-kendala contohnya akses parkir. Akses parkir itu bukan parkir yang untuk tamu sebenernya. Jadi sebenarnya akses parkir untuk pemain itu ada kendala sedikit untuk bus tidak bisa masuk,” katanya.
Dito menyebut JIS dari awal dibangun dengan konsep ramah pejalan kaki. Untuk itu, aspek transportasi menjadi perhatian ketika ada event besar.
“Parkir untuk tamu dan kendaraan memang konsep JIS mengedepankan transportasi umum. Jadi memang itu sementara sambil mendorong agar stasiun dan KRL selesai, mungkin bisa dialokasikan nanti, jika ada acara besar di sana memakai bis atau bus atau parkir di seberangnya,” katanya.


































