
Kanalnews.co, JAKARTA– Setelah menetapkan Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita sebagai tersangka atas tragedi Kanjuruhan, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) akan menginvestigasi PSSI. Namun sulitnya bertindak tegas kepada federasi karena ada FIFA yang mengaturnya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit telah menetapkan Hadian Lukita sebagai tersangka. Sementara lima tersangka lainnya adalah Ketua Panpel Arema Abdil Haris, Security Officer Soko Sutrisno.
Lalu, sisanya dari aparat polisi Kabag Ops Polres Malang, Danki 3 Polda Jatim, dan Kasat Samapta Polres Malang.
Ketua TGIPF Mahfud MD menjelaskan akan segera menginvesitasi PSSI. Ia bahkan menilai federasi sebenarnya sudah kerap melakukan kelalaian soal suporter hingga berujung kematian.
“Cuma harus diketahui, semuanya juga saya kira sudah tahu, PSSI itu sering sekali melakukan kesalahan-kesalahan itu sejak dulu, bukan hanya yang sekarang,” ungkap Mahfud dalam diskusi dengan Najwa Shihab di Stadion Gelora Bung Karno dan disiarkan di kanal Youtube, Kamis (6/10) malam WIB.
“Kejadian seperti ini, kerusuhan kan juga sering, korban jiwa sering terjadi. Dibentuk tim investigasi oleh PSSI, dibentuk tim investasi oleh ini, tapi ndak ada tindak lanjutnya, ndak ada kabarnya,” katanya.
Namun, pemerintah disebutnya tidak mudah menghukum PSSI karena ada statuta FIFA yang melarang pemerintah melakukan intervensi. Jika dilakukan, FIFA tidak segan membanned Indonesia.
“Karena gini, PSSI itu terikat kepada FIFA. Terkadang kita mau melakukan tindakan di lapangan terhadap PSSI, itu oleh FIFA enggak boleh. Ada aturannya,” katanya.
Meski begitu, TGIPF tidak akan membiarkan PSSI lepas tangan dari kasus tragedi Kanjuruhan. Mahfud memastikan saat ini masih melakukan investigasi dan akan diumumkan ke publik untuk dinilai.
“Oleh sebab itu, saya katakan tim investigasi, tim independen ini akan menemukan fakta, mengemukakan fakta, adapun tindakan-tindakannya nanti ya diatur dengan FIFA, gitu,” kata Mahfud MD.
“Oleh sebab itu, saya akan pimpin (investigasi) untuk mengungkap fakta ini secara detail, nanti masyarakat biar tahu, ini kalau mengambil langkah begini akan begini, kalau langkah begini akan begini.”
“Kita tahu lah, PSSI itu seperti pasar, berjual-beli, sejak dulu itu. Kalau mau ditindak, selalu bilang ‘Lho kita ndak tunduk sama peraturan pemerintah, kami ini di bawah FIFA’. Selalu begitu. Nah sekarang kita buka aja ke rakyat, ini yang terjadi,” tegasnya. (ads)


































