Foto dok Kemenko Polhukam

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Menko Polhukam Mahfud MD angkat bicara terkait penanganan kasus tewasnya Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang seolah sangat lama. Ia menyebut kasus tersebut memang bukan kasus biasa.

Demikian hal itu disampaikan oleh Mahfud MD usai bertemu dengan Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat di Jakarta, Rabu (3/8/2022). Pertemuan itu tak lain membahas soal kasus tewasnya polisi 28 tahun itu.

“Tentu saya punya pandangan nantinya, tetapi pandangan saya tidak akan mempengaruhi proses hukum yang sekarang sedang berjalan. Saya katakan, maaf, ini tidak sama dengan kriminal biasa,” kata Mahfud.

Menurutnya, penanganan kasus tewasnya Brigadir J memang tidak mudah karena memiliki dua aspek psikologis. Apa itu? yaitu psycho-hierarchical, ada juga psycho-politics-nya.

“Kalau seperti itu, secara teknis penyelidikan, itu sebenarnya gampang. Apa namanya… bahkan para purnawirawan, ‘Kalau kayak gitu gampang, Pak, tempatnya jelas ini’. Kita sudah tahulah, tapi saya katakan, oke, jangan berpendapat dulu, biar Polri memproses,” kata Mahfud.

“Bahwa itu memang gampang tingkat polsek saja bisa, tapi ini ada tadi psiko-hierarkis dan psiko-politis dan macam-macam,” dia menambahkan.

Ia lantas meminta agar masyarakat bersabar. Apalagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah sangat responsif terkait desakan dan masukan dari masyarakat.

“Sehingga kita semua harus sabar, tetapi saya katakan kemajuan-kemajuan ini sudah bagus,” kata Mahfud. (ads)