Kanalnews.co, JAKARTA– Menpora RI Zainudin Amali meminta kepada pecinta sepakbola tanah air untuk bersabar menyusul penundaan Liga 1 dan Liga 2. Menpora menyebut keputusan penundaan demi kebaikan bersama.

Liga 1 dan Liga 2 dijadwalkan bergulir 9 Juli. Namun harus ditunda karena pemerintah akan memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali pada tanggal 3 hingga 20 Juli mendatang.

“Kepada klub, masyarakat umum yang tadinya sudah siap-siap mau menonton mohon bersabar, tolong dimaklumi. Jadi keputusan ini (penundaan) dalam rangka pemerintah menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat. Itu yang utama,” kata Menpora Amali di Jakarta, Kamis (1/7).

Menurut Menpora Amali, situasi saat ini berbeda dengan waktu pramusim Piala Menpora digelar beberapa waktu lalu. Sebab, saat ini kasus covid-19 melonjak sangat tinggi.

Selain itu, pria asal Gorontalo tersebjt meminta kepada masyarakat Indonesia agar tetap patuh menerpakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Jika kasus pandemi Covid-19 menurun, dia meyakini kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2 akan kembali diselenggarakan.

“Mohon masyarakat memaklumi itu dan mendoakan agar pandemi segera selesai serta yang terpenting tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga nantinya kompetisi sepakbola Liga 1 dan liga 2 bisa jalan lagi,” katanya.

Menpora Amali juga meminta kepada klub-klub yang tengah berada di Pulau Jawa atau lokasi kompetisi pramusim untuk berkoordinasi dengan PSSI sebagai federasi sepakbola dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Kenapa? untuk memastikan apakah harus kembali ke daerah asal selama penerapan PPKM atau bertahan di lokasi.

“Apakah mereka harus bertahan di Jawa atau mereka akan kembali ke tempatnya masing-masing, itu harus dikomunikasikan ke federasi (PSSI). Memang waktu menunggunya satu bulan ini juga kan bukan waktu yang singkat,” ucapnya.

“Kalau pemerintah sih pertama menghimbau karena mereka sedang berada di zona yang sekarang ini menjadi perhatian serius. Maka menjaga kedisiplinan prokes dan yang kedua adalah segera berkomunikasi dengan federasi apa yang mereka harus dilakukan,” jelasnya.