Kanalnews.co, JAKARTA- Menpora RI Zainudin Amali telah menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait persiapan Liga 1 dan Liga 2 2021. Menpora menyebut keduanya sangat siap untuk memutar kompetisi.
Menpora Amali memimpin rakor yang digelar secara virtual, Jumat (6/8/2021). Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.
Rapat ini turut dihadiri pula Kepala Biro Operasional Staf Operasi (Karobinops Sops) Polri, Brigjen Pol Roma Hutajulu dan Plt. Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo.
“Nah kita sudah punya pengalaman melakukan kegiatan tengah-tengah pandemi. Turnamen pramusim bulan Maret dan April yang lalu dan itu sukses. Pengalaman itu menjadi pelajaran yang sangat berharga buat kita untuk menjalankan Liga 1 dan Liga 2,” ujar Menpora Amali.
“Ternyata dari pemaparan tadi, kita menyimpulkan bahwa PSSI dan LIB siap. Bahkan lebih ketat dari apa yang dilaksanakan ketika turnamen pramusim Piala Menpora yang lalu. Jadi kalau dari sisi teknis penyelenggaraan sebagaimana yang sudah dipaparkan oleh PSSI dan LIB kita punya keyakinan bahwa penyelenggara mampu melaksanakan itu,” ungkapnya.
Menpora menjelaskan bahwa tempat penyelenggaran atau venue untuk pertandingan dilakukan secara fleksibel dengan mengikuti siutasi dan level 2 atau masuk kategori aman. Hal itu berdasarkan dari paparan yang disampaikan PSSI dan LIB.
“Dan tidak boleh ada nonton bareng, karena tadi saya mengingatkan itu kepada teman-teman. Apabila ada yang semunyi-bunyi melakukan nonton bareng ya silahkan informasikan saja kepada penyelenggara dan PSSI pasti akan segera dintidak,” jelasnya.
Sementara itu untuk yang berada di dalam stadion hanya boleh berapa orang saja. Prokes yang ketat dan tes swab harus dijalankan lebih dulu.
“Sebenarnya kalau saya melihat penyelenggaranya sudah siap, apalagi fleksibel menyesuaikan dengan situasi, ini luar biasa,” katanya.
Menurut Menpora Amali kompetisi harus digelar karena bisa menjadi hiburan bagi masyarakat di tengah situasi pandemi, dan bisa membantu meningkatkan imunitas. Klub dan pemain juga membutuhkan pekerjaan.
“Kemudian dari segi ekonomi pasti akan berputar lagi, berapa pemain, berapa pelatih, berapa official yang hidupnya tergantung secara ekonomi dari berputarnya kompetisi atau dari kegiatan sepakbola ini,” ungkapnya.
Tak hanya itu, lewat kompetisi pelatih bisa mencari pemain terbaik untuk membela Timnas Indonesia. Apalagi, pada tahun 2023, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-23 atau FIFA World Cup U-23.
“Kalau tidak ada kompetisi bagaimana cara membentuk timnas karena harus mencari pemain. Kita tidak ingin hanya menjadi penyelenggara saja,” katanya menambahkan. (bnd)



































