Foto dok Bululawang, Malang

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi angkat bicara terkait sosok wanita yang mencoba menerobos Istana Negara. Ia menduga wanita tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Ya, saya menduga demikian (gangguan kejiwaan). Nekad dan tidak waras,” ujarnya.

Sebelummya, Siti Elina berusaha meneboros Istana Negara dan menodong pistol ke paspampres. Ia mengaku ingin bertemu Presiden RI Joko Widodo untuk menyampaikan kalau dasar negara Indonesia salah.

Setelah diselidiki, wanita tersebut memiliki paham radikalisme dan pendukung organisasi HTI. Ia juga kerap memposting tentang negara khilafah di akun media sosialnya.

Gus Fahrur menilai Indonesia tidak akan bisa menjadi negara khilafah. Pancasila sebagai dasar negara juga merupakan harga mati!

“Ide negara khilafah baru hanya romantisme masa lalu yang tidak akan bisa dibentuk di dunia modern saat ini. Mereka perlu disadarkan pentingnya negara kesatuan yang aman,” katanya.

“NKRI adalah anugerah tuhan yang harus disyukuri. Kebebasan beragama tidak ada larangan,” ucapnya.

“Soal dasar negara, sudah disepakati semua ulama sejak zaman kemerdekaan dahulu dan sudah final. Ulama pendiri bangsa ini sudah sepakat memilih negara kesatuan NKRI juga berdasar pertimbangan hukum Islam juga,” tegasnya.