
Kanalnews.co, JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh angkat bicara soal kericuhan yang terjadi di Aceh Utara terkait pengibaran bendera bulan bintang dalam aksi protes penanganan bencana. Ia menilai insiden tersebut sangat disayangkan dan meminta semua pihak menahan diri.
Dek Fadh menegaskan, fokus utama saat ini seharusnya tertuju pada penanganan bencana hidrometeorologi yang masih melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak akhir November lalu. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari aparat keamanan hingga eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM), untuk mengedepankan persatuan demi membantu para korban.
“Kami Pemerintah Aceh sangat menyesalkan kejadian yang terjadi tadi malam di Aceh Utara,” ujar Dek Fadh.
Politikus Partai Gerindra itu berharap insiden serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, segala perbedaan dan kesalahpahaman sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin agar tidak menghambat upaya kemanusiaan di lapangan.
Ia juga secara khusus meminta TNI dan Polri agar mengedepankan pendekatan persuasif, serta mengajak GAM dan masyarakat untuk menjaga kekompakan. Dek Fadh menilai solidaritas lintas unsur sangat dibutuhkan mengingat banyak warga Aceh masih berjuang pascabanjir besar.
“Saya berharap semua pihak menahan diri. Mari kita bersatu, bahu-membahu membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana ini,” ucapnya.
Kericuhan tersebut bermula dari razia gabungan TNI-Polri di Jembatan Krueng Mane, Aceh Utara, Kamis (25/12). Dalam operasi itu, aparat menghentikan kendaraan yang melintas dan menurunkan warga yang mengikuti konvoi. Sejumlah bendera bulan bintang turut diamankan.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak beberapa aparat bersenjata laras panjang dan dugaan tindakan kekerasan terhadap warga, sehingga memicu sorotan publik. (ads)



































