Foto tangkapan layar YouTube Setpres

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rencana pertukaran posisi antara Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung merupakan hal yang wajar dalam dinamika birokrasi dan tidak mengganggu independensi lembaga.

Purbaya menyebut rotasi tersebut sebagai proses normal yang tidak mengandung kepentingan tertentu. Menurutnya, selama tidak ada campur tangan langsung pemerintah dalam pengambilan keputusan, maka prinsip independensi tetap terjaga.

“Ini pertukaran yang seimbang dan tidak ada yang aneh. Soal independensi tidak ada hubungannya, kecuali kalau ada intervensi langsung pemerintah, dan sejauh ini itu tidak ada,” kata Purbaya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan hubungan antara pemerintah dan Bank Indonesia selama ini berjalan sesuai koridor masing-masing. Pemerintah fokus pada kebijakan fiskal, sementara BI mengatur kebijakan moneter secara mandiri.

“Kita jalan di jalur masing-masing. Kami di fiskal, BI di moneter. Meski begitu tetap ada koordinasi lewat KSSK agar kebijakan yang diambil saling mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Terkait mekanisme pergantian jabatan, Purbaya menilai pertukaran posisi antara Thomas Djiwandono dan Juda Agung sebagai langkah yang proporsional dan profesional.

Juda sendiri sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dan kini diproyeksikan mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan. Sebelum resmi menjabat, Juda Agung dijadwalkan bertemu Purbaya pada Selasa siang (20/1/2026) untuk membahas proses transisi tersebut.

Sementara itu, DPR akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI. Selain Thomas, dua kandidat lain yang turut diajukan adalah Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro. (ads)