Foto New York Times, Al Jazeera

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Teheran. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas di tengah eskalasi perang besar yang dipicu serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran.

Pemerintah Iran langsung mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Kantor berita Fars, seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (1/3/2026), menyebutkan selain berkabung, pemerintah juga menetapkan tujuh hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan.

Pengumuman kematian Khamenei disiarkan melalui media pemerintah Iran. Namun hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai bagaimana dan di mana ia tewas.

Situasi memanas setelah Israel dan AS melancarkan serangan rudal besar-besaran ke sejumlah target strategis di Iran sejak sehari sebelumnya. Teheran tak tinggal diam. Iran membalas dengan menghujani rudal ke wilayah Israel, serta menyerang negara-negara Arab yang menjadi pangkalan pasukan AS, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump turut mengonfirmasi kabar kematian Khamenei. Dalam pernyataan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah”.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump, seperti dikutip AFP. (ads)