
Kanalnews.co, JAKARTA- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan tetap menghormati proses hukum yang menjerat kadernya, Gubernur Riau Abdul Wahid, dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Namun, PKB juga mengingatkan pentingnya menjaga asas praduga tak bersalah agar penegakan hukum berjalan adil dan transparan.
Ketua Harian DPP PKB, Ais Shafiyah Asfar, menegaskan partainya menghormati penuh proses hukum yang tengah berjalan dan tetap mendukung upaya pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.
“Sebagai anggota DPP PKB, kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Ais.
Menurutnya, komitmen PKB terhadap pemberantasan korupsi tidak pernah berubah. Namun, Ais juga menekankan pentingnya menegakkan asas praduga tak bersalah, agar proses hukum tetap berjalan adil dan transparan.
“Prinsip kami jelas korupsi harus diberantas tanpa pandang bulu, tapi tetap menjunjung tinggi praduga tak bersalah,” tegasnya.
Ais optimistis KPK akan bekerja profesional dan objektif dalam menangani kasus tersebut. Ia berharap, peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pejabat publik agar terus memperkuat integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan amanah rakyat.
“Kami percaya KPK bekerja secara profesional. Peristiwa ini semoga menjadi refleksi penting bagi para pejabat publik dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada rakyat,” imbuhnya.
Pemprov Riau: Gubernur Hanya Dimintai Keterangan
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menepis kabar Gubernur Abdul Wahid telah ditangkap. Melalui Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Riau, Teza Darsa, pihaknya menyebut sang gubernur hanya dimintai keterangan oleh KPK.
“Informasi yang kami terima, Pak Gubernur hanya diminta keterangan, bukan OTT,” ujar Teza, Senin (3/11).
Teza menambahkan, Pemprov Riau masih menunggu informasi resmi dari KPK dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada lembaga antirasuah tersebut.
“Untuk detail kasusnya tentu kewenangan KPK. Prinsipnya kami komitmen terhadap pemberantasan korupsi,” kata Teza.
KPK Tangkap 10 Orang dalam Operasi Senyap
Sebelumnya, KPK melakukan OTT di wilayah Provinsi Riau yang diduga terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dalam operasi itu, KPK mengamankan 10 orang, termasuk Gubernur Abdul Wahid dan sejumlah pejabat dinas.
Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya penangkapan tersebut, meski belum merinci identitas seluruh pihak yang diamankan. Selain itu, KPK juga menyita sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan praktik suap proyek daerah. (ads)


































