
Kanalnews.co, JAKARTA– PDIP tak ambil pusing dengan keputusan PAN dan Golkar yang memilih mendukung Capres Prabowo Subianto. Menurutnya PDIP dengan capres Ganjar Pranowo sudah terbiasa dikeroyok.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengungkapkan dengan adanya dukungan dua partai tersebut membuat partainya akan lebih giat memperkuat basis dukungan terhadap Ganjar. Dia menyinggung pilpres 2014 yang memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla, meski partai koalisinya sangat kecil.
“Dengan kerjasama politik yang saat ini sudah yang sudah terjalin antara PDI Perjuangan, PPP, Hanura dan Perindo, tentu kami akan makin menguatkan basis dukungan ini untuk dukungan kepada Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden 2024,” kata Said
Ya, pada Pilpres 2014 lalu, pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla hanya di usung oleh PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI. Tapi Said menegaskan dengan soliditas, Jokowi akhirnya bisa menang.
“Namun, dengan soliditas dan kerja politik yang kuat di akar rumput terbukti pasangan Jokowi-JK justru mampu memenangkan pilpres dengan perolehan suara 53,15 persen, sementara Prabowo Hatta 46,88 persen,” katanya.
Oleh karena itu, Said akan bekerja keras mengutamakan kepedulian ke akar rumput. Dengan begitu, bukan tak mungkin kesuksesan PDIP akan terulang kembali.
“PDI Perjuangan memiliki sejarah panjang sebagai partai yang dididik dan dibesarkan dengan terbiasa dikeroyok secara politik. Di masa orde baru kami mengalami hal itu, dan di masa Jokowi JK, begitu pula saat ini,” katanya.
“Oleh sebab itu, bagi segenap kader PDI Perjuangan perlu kami ingatkan, kita pernah mengalami pahit getirnya sejarah, justru dari pengalaman panjang itulah kita harus memperkuat mental juang. Kita harus bisa setegak-tegaknya melalui jalan terjal politik, dan dengan begitulah mental juang kita terbentuk,” dia menambahkan.
Sebelumnya, PAN dan Golkar sepakat mendukung Prabowo sebagai capres 2024. Mereka juga sekaligus meneken kerja sama politik empat partai yang ditandatangani oleh masing-masing ketum partai, yakni Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan. (ads)



































