
Kanalnews.co, JAKARTA– Kemunculan capres PDIP Ganjar Pranowo di tayangan adzan magrib di salah satu televisi swasta nasional menggegerkan publik. Tapi PDIP menegaskan hal itu bukan bentuk politik identitas.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut kehadiran Ganjar hanya mengajak masyarakat untuk ibadah. Jangan dikait-kaitkan dengan politik identitas.
“Kalau politik identitas itu kan politik yang tidak mencerdaskan kehidupan bangsa, politik yang miskin prestasi,” kata Hasto kemarin.
Ia menegaskan Ganjar memang sosok yang religius sehingga bukan akting semata. Jika bicara politik identitas, ia menyinggung pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017 yang ketika itu ada Anies Baswedan.
“Kita tahu di DKI pada saat pilgub itu digunakan politik identitas yang sangat tidak sehat,” katanya.
“Hasilnya kan kita tahu, apa yang menjadi program Pak Jokowi, program Pak Ahok, program Pak Djarot Syaiful contohnya untuk membersihkan kampung-kampung dengan pasukan oranye, dengan pasukan hijau, itu kan tidak dilakukan.”
Sebelumnya, Ganjar tampil dalam tayangan pengingat waktu azan magrib di stasiun televisi swasta, RCTI. Ganjar terlihat saat adegan jemaah salat berjemaah.
Ia tampil dengan kemeja putih dilengkapi peci hitam dan sarung batik. Ganjar tampil mempersilakan jemaah untuk masuk masjid.
Ya, RCTI merupakan salah satu stasiun televisi di bawah naungan MNC Group milik Harry Tanoesoedibjo atau HT yang kini mendukung Ganjar sebagai capres di 2024. (ads)




































