
Kanalnews.co, JAKARTA– Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar tak ambil pusing dengan hasil survei yang menempatkan AMIN di posisi terendah di Jawa Timur. Cak Imin menegaskan dirinya tetap waspada.
“Tentu bagi kami survei itu masukan,” kata Cak Imin di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (6/2/2024) malam.
Dengan masa kampanye yang tak lama lagi, Ketum PKB itu mengaku semakin gencar konsolidasi dengan kader-kader partainya. Ia yakin elektabilitasnya semakin naik.
“Tapi yang lebih penting dari survei itu adalah kewaspadaan. Kalau PKB bisa sampai 28% mestinya AMIN setidaknya minimal di atas 20%, di atas 25%, karena itu saya instruksikan kepada seluruh kader PKB nyoblos PKB ya nyoblos AMIN,” ujarnya.
Cak Imin mengklaim adanya dugaan praktik black campaign. Untuk itu, konsolidasi saat ini sangat penting menjelang pencoblosan.
“Tidak lagi dikoyak-koyak dengan info, ini kan kadang-kadang ada yang dikacaukan oleh black campaign, sehingga pemilih PKB kadang-kadang merasa diganggu. Tapi ini alhamdulillah kayak pertemuan malam hari ini menyolidkan memilih PKB, harus sekaligus memilih Amin,” ujarnya.
Sebelumnya, Lembaga survei Poltracking merilis hasil survei pilpres di Provinsi Jawa Timur. Hasilnya, Prabowo-Gibran mendapat suara paling tinggi dalam survei tersebut.
Responden diberi pertanyaan, ‘Jika Pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih di antara pasangan capres-cawapres berikut?’. Berikut hasilnya:
– Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar:14,9%
– Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming: 60,1%
– Ganjar Pranowo-Mahfud Md: 17,2%
– Tidak tahu/tidak jawab: 7,8%
Survei ini dilakukan pada 25 sampai 31 Januari 2024 dengan jumlah responden 8.000 di Jawa Timur. Margin of error (MoE) survei ini adalah +-1,1% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka langsung dengan responden. Populasi survei warga di Provinsi Jawa Timur yang sudah memiliki hak pilih berusia lebih dari 17 tahun atau sudah menikah. (ads)


































