Foto PSS Sleman

 

Kanalnews.co, JAKARTA- PSSI memberikan apresiasi atas kinerja polisi karena telah menangkap dokter gadungan yang sempat bekerja untuk Timnas Indonesia U-19 dan beberapa klub Liga 1, Elwizan Amunuddin (42). PSSI akan melakukan pengetatan dalam perekrutan dokter.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi menjelaskan pengetatan tak hanya dalam perekrutan dokter Timnas Indonesia. Tetapi juga mengimbau kepada seluruh klub di Indonesia.

Setiap dokter harus menyertakan surat tanda register (STR), baik untuk dokter maupun fisioterapis. Selain itu, harus mempunyai surat izin praktik (SIP) yang masih berlaku.

“Kasus ini pasti akan menjadi perhatian PSSI. Saat ini kalau masuk ofisial timnas akan diselidiki asal usul yang bersangkutan. Contoh kalau dia lulusan FKUI, kita akan tanyakan ke FKUI. Benar atau tidak. Kita juga tanyakan ke Ikatan Dokter Indonesia (ID). Kita juga tanyakan ke lembaga-lembaga terkait. Kemudian pengalaman dia,” kata Yunus, yang dikutip dari situs resmi PSSI.

“Sekarang setiap dokter dan fisio yang mau bertugas di klub Liga 1 ,2 dan 3, apalagi di Timnas Indonesia harus terlebih dulu menyerahkan foto kopi ijazah dokter yang sudah di legalisir oleh Fakultas Kedokteran tempat dia kuliah,” tegasnya.

Elwizan telah menjadi dokter gabungan selama 10 tahun. Sejumlah klub tertipu, di antara lain Persita Tangerang, Barito Putra, timnas U-19, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC. Lalu timnas U-19, Kalteng Putra, dan terakhir PSS Sleman.

Bahkan, salah satu pemain Saddam Emiruddin Gaffar kariernya hampir terancam karena mendiagnosa didiagnosa cedera anterior cruciate ligament (ACL). Akan tetapi, hanya disuruh istirahat tanpa operasi. (pht)