
Kanalnews.co, JAKARTA –Tim SAR kembali berhasil menemukan satu korban dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban kedua tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan penemuan korban dilakukan pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
“Satu korban kembali ditemukan oleh tim di lapangan,” ujar Syafii saat memberikan keterangan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.
Berdasarkan laporan awal, korban berjenis kelamin perempuan. Namun, Syafii menegaskan identitas korban belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil identifikasi dari tim DVI.
“Identitas lengkap akan ditentukan oleh DVI. Informasi sementara korban pertama laki-laki, dan korban kedua perempuan,” jelasnya.
Syafii mengungkapkan lokasi penemuan korban berada di tebing yang sangat terjal, sehingga menyulitkan proses evakuasi. Medan ekstrem menjadi salah satu tantangan terbesar bagi tim penyelamat.
“Korban berada di area dengan kondisi tebing curam dan diperkirakan sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung,” katanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung. Pihak Basarnas belum dapat menyampaikan identitas korban sebelum ada kepastian resmi dari otoritas terkait.
“Saat ini fokus utama kami adalah mengevakuasi korban. Soal identitas, itu menjadi kewenangan pihak berwenang,” ujarnya.
Sebelumnya, tim SAR telah lebih dulu menemukan korban pertama yang berjenis kelamin laki-laki pada Minggu (18/1), dengan posisi sekitar 200 meter dari puncak gunung.
Syafii menjelaskan kedua korban berada di area yang relatif sama, hanya berbeda kedalaman. Selain itu, tim juga menemukan bagian tubuh korban yang tersebar di beberapa titik.
“Kami membagi area pencarian menjadi empat sektor karena adanya sebaran body part di beberapa lokasi,” tuturnya.
Proses evakuasi diperkirakan memakan waktu cukup lama lantaran cuaca yang berubah-ubah dan medan yang ekstrem. Meski demikian, Basarnas memastikan seluruh potensi SAR telah dikerahkan secara maksimal untuk mempercepat proses penyelamatan. (sis)


































