Kanalnews.co, JAKARTA– Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menilai Gubernur Anies Baswedan belum berhasil menangani banjir. Sebab, Anies selama ini lebih banyak menyampaikan narasi manis dibandingkan dengan aksi di lapangan.

Anies sebelumnya kerap menyampaikan target mengatasi banjir dalam waktu 6 jam. Namun kenyataannya, masih banyak wilayah yang tergenang banjir lebih dari waktu tersebut.

“Banjir itu kan memang sudah aktivitas tahunan, yang seharusnya bisa kita antisipasi. Melakukan eksekusi, program pencegahan banjir. Persoalannya selama ini kan eksekusi enggak ada, jadi ketika banjir muncul di Jakarta, jawabannya adalah narasi,” kata Gembong.

“Tiap tahun ada banjir kan beliau selalu jawab dengan narasi, narasi dan narasi. Apakah narasi yang disampaikan sesuai di lapangan? Kan tidak,” katanya menambahkan.

Menurut Gembong program yang dibuat Anies dalam menangani banjir tidak jelas. Sebab, langkah yang diambil dianggap sulit dalam mengatasi banjir.

“Hanya gerebek lumpur. Itu kan pekerjaan rutin. Ibaratnya kita punya rumah tiap hari kita sapu. Kalau kita mau renovasi rumah kan bukan sekadar nyapu,” katanya.

Belakangan ini hujan kerap menguyur Jakarta dan sekitarnya. Akibatnya, sejumlah daerah di Jakarta terendam banjir pada Senin (1/11). Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat pada pukul 18.00 WIB, ada 13 RT di Ibu Kota yang terendam banjir.

13 RT itu berada di beberapa kelurahan di wilayah Jakarta Timur. Di Kelurahan Lubang Buaya, ada 1 RT yang terendam banjir dengan ketinggian 40 cm. Banjir disebut karena luapan Kali Sunter.

Di Kelurahan Cipinang Melayu, BPBD mencatat ada 9 RT yang terdampak banjir dengan ketinggian 40-55 cm. Banjir di daerah ini juga disebut karena luapan Kali Sunter.

Sementara di Kelurahan Cipinang Muara, ada 3 RT yang terdampak banjir dengan ketinggian 40 cm. Luapan Kali Sunter disebut menjadi penyebab banjir di daerah tersebut. (ads)