
Kanalnews.co, JAKARTA – Setelah resmi berpisah dengan Patrick Kluivert, posisi pelatih kepala Timnas Indonesia kini masih kosong. Namun, PSSI tampaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Bagi mereka, pelatih berikutnya bukan sekadar sosok yang paham taktik, tapi juga harus benar-benar mengerti “jiwa Garuda”.
Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Alexander Zwiers, menegaskan calon pelatih Timnas Indonesia harus memiliki visi yang sejalan dengan arah besar yang sedang dibangun federasi sepakbola nasional itu.
“Kami tidak fokus dari negara mana dia berasal. Yang terpenting, dia cocok dengan Indonesia,” tegas Zwiers.
“Pelatih ini harus sejalan dengan visi kami membawa Indonesia ke Piala Dunia 2030.”
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/10) sore WIB. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga menegaskan pihaknya ingin mengambil langkah yang matang, bukan terburu-buru.
Sudah lebih dari seminggu sejak Kluivert hengkang, namun belum ada tanda-tanda siapa yang akan mengisi kursi panas pelatih Timnas Indonesia. Meski begitu, Zwiers memberi sedikit gambaran tentang sosok yang diincar.
Pelatih yang Seimbang: Visi Jangka Panjang dan Hasil Instan
Zwiers menegaskan, calon pelatih baru harus mampu menyeimbangkan misi jangka panjang dengan target jangka pendek.
Ia menyebut, selain mempersiapkan Timnas menuju Piala Dunia 2030, pelatih juga harus siap membawa hasil cepat salah satunya di Piala Asia 2027 yang akan bergulir pada 7 Januari 2027 mendatang.
“Kita punya ajang besar dalam waktu dekat. Jadi pelatih nanti harus punya rekam jejak yang bisa memberi hasil cepat,” jelasnya.
Selain soal prestasi, Zwiers menilai koneksi dengan masyarakat Indonesia juga menjadi hal penting. Ia ingin pelatih yang bisa memahami karakter pemain lokal dan mampu menumbuhkan rasa bangga di hati para suporter.
Taktik Nomor Dua, Pengembangan Pemain Nomor Satu
Menariknya, Zwiers menegaskan taktik bukanlah faktor utama dalam proses seleksi pelatih. Ia menilai kemampuan dalam membaca potensi pemain dan mengembangkannya jauh lebih penting.
“Taktik dan formasi itu nomor dua. Yang utama adalah kemampuan pelatih dalam melihat kualitas pemain dan membantu mereka berkembang,” ujarnya.
Dengan kriteria yang cukup spesifik ini, publik sepak bola nasional tentu penasaran siapa sosok yang akan memenuhi ekspektasi besar tersebut?





































