
Kanalnews.co, JAKARTA- Batalnya Piala Dunia U-20 2023 diprediksi akan mempengaruhi Pilpres 2024. Pergeseran pendukung capres bakal terjadi.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari. Ia menyebut kondisi akan menjadi game changer 2024.
“Menurut saya peristiwa Qatar, peristiwa FIFA ini sebetulnya menjadi potensial menjadi game changer dalam pertarungan ke depan. Karena begini, kalau kita berangkat visualisasi terakhir, di sawah itu ada dua orang,” ujar Qodari
“Tadi saya kembali ke analisis saya yang pertama. Calonnya Pak Jokowi itu ada dua, yang pertama adalah Ganjar yang kedua adalah Prabowo. Yang satu sinyalnya pakai high context yang satu lagi pakai low context,” tambahnya.
“Saya khawatir ke depan ini akan terjadi pergeseran, kenapa? Karena salah satunya sebagai gubernur (Ganjar) sudah menyatakan penolakan terlebih dahulu. Sementara saya melihat Presiden Jokowi pada posisi ya olahraga dipisahkan dengan politik, gitu,” katanya.
Menurutnya kemungkinan yang akan diajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkeliling yakni Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Dia mengatakan meski banyak yang dekat dengan Jokowi, namun gradasinya bervariasi.
“Sehingga dalam konteks ini ada kemungkinan ke depan yang ada di sawah itu, yang keliling-keliling itu tinggal satu nama, Prabowo Subianto. Kalau istilah pinjam kata Pak Deddy (politikus PDIP) semuanya dekat, tapi gradasinya kan bervariasi, frekuensinya juga berbeda-beda,” ujarnya.
Adanya kasus penolakan timnas Israel yang berbuntut pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia, diyakini bakal capres bisa berubah. Game changer 2024 bisa terjadi.
“Nah saya melihat ini bisa menjadi potensial game changer ke depan, jadi bakal capres bisa sangat berubah pasca peristiwa Qatar Piala Dunia U-20,” katanya menambahkan.


































