
Kanalnews.co, JAKARTA– Fenomena Citayam Fashion Week (CFW) belakangan mulai meresahkan usai banyaknya pria berdandan bak wanita. PBNU khawatir jika Citayam Fashion Week jadi ajang promosi LGBT.
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur mendukung langkah Dinas Sosial untuk melakukan penertiban pria berdandan bak wanita di Citayam Fashion Week. Ia khawatir fenomena ini bisa menjadi ruang bebas LGBT.
“Memang sebaiknya Pemprov bisa menertibkan anak-anak laki-laki yang berpakaian atau bertingkah kemayu atau ‘keperempuanan’ itu,” kata Fahrur.
Fahrur menegaskan dalam Islam laki-laki dilarang menyerupai perempuan atau sebaliknya. Tak hanya busana, tetapi juga dari cara berjalan dan berbicara.
“Dalam sebuah hadis disebutkan, ‘Allah melaknat perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki dan laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan'” tegas Fahrur.
Ia mengaku sejatinya tak keberatan dengan fenomena CFW yang menjadi ajang kreasi anak-anak muda. Namun dengan koridor dan aturan agama.
“Jika ada indikasi promosi LGBT atau melanggar ketertiban seyogyanya ditertibkan oleh pemerintah,” katanya. (ads)


































