Foto tangkapan layar

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku kebijakan pembatasan impor BBM yang ia ambil tahun lalu membuat dirinya jadi sasaran serangan meme di media sosial. Ia menilai, gelombang meme itu bukan sekadar lelucon, melainkan bentuk tekanan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan sikap tegas pemerintah.

Bahlil bercerita, saat ia menolak permintaan tambahan kuota impor BBM untuk operator SPBU swasta yang sempat membuat stok di SPBU Shell, BP, dan VIVO kosong, reaksi publik di dunia maya langsung bermunculan. Meme-meme pun ramai beredar dengan dirinya sebagai objek sindiran.

“Impor-impor ini yang meme-meme kemarin keluar banyak di aku, aku kan tahu. Ini bentuk-bentuk penetrasi eksternal yang dilakukan,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR di Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan itu diambil karena SPBU swasta sebenarnya sudah mendapat jatah impor 100 persen ditambah ekstra 10 persen. Jika masih kurang, mereka diwajibkan membeli BBM dari Pertamina, bukan menambah impor baru.

Menurut Bahlil, tekanan melalui meme dan opini publik tidak akan menggoyahkan pendiriannya. Ia menegaskan tidak mau ada pihak mana pun, termasuk asing, yang ikut mengatur arah kebijakan energi nasional.

“Dan insyaallah tidak akan berlaku bagi saya. Sudahlah, kita stop rezim impor ini,” ujarnya tegas.

Bahlil juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk secara bertahap menghentikan impor solar, BBM non-subsidi, hingga avtur. Ia menilai langkah itu penting demi memperkuat kedaulatan energi Indonesia.

Lebih lanjut, Bahlil menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan seluruh jajaran kabinet agar tidak tunduk pada intervensi luar dalam pengambilan keputusan strategis.

“Kedaulatan itu nggak boleh asing mengintervensi kita. Ini bicara kedaulatan. Saya tidak mau jadi Menteri ESDM diatur oleh asing, karena itu perintah Bapak Presiden Prabowo,” tuturnya. (ads)