KANALNEWS.co, Jakarta – Pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat waktu setempat atau Sabtu (3/9/2016) WIB yang ingin Rusia dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencapai kesepakatan pembekuan produksi minyak mentah membuat harga minyak dunia berbalik naik.
Hal itu dikemukakan Putin saat bertemu dengan Wakil Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Konperensi Tingkat Tinggi Kelompok 20 (KTT G20) di Tiongkok, pekan ini.
Pelaku pasar bersiap untuk pengaturan kembali produksi minyak dalam beberapa minggu mendatang, yang mendukung kenaikan harga minyak pada Jumat.
Patokan Amerika Serikat (AS), minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 1,28 dolar AS menjadi menetap pada 44,44 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 1,38 dolar AS menjadi ditutup pada 46,83 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Namun, pernyataan orang nomor satu di Rusia itu berlawanan dengan pandangan Menteri Energi Rusia Alexander Novak sehari sebelumnya yang meragukan perlunya pembekuan produksi. Putin dan Alexander Novak juga dikutip pada Jumat mengatakan bahwa produksi Rusia akan meningkat tahun ini.
Harga minyak mentah telah mengalami penurunan selama empat sesi berturut-turut minggu ini, karena para investors mengkhawatirkan kelebihan pasokan di pasar kian intensif.
Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya pada Rabu bahwa persediaan minyak mentah AS menambahkan 2,3 juta barel menjadi 525,9 juta barel dalam pekan yang berakhir 26 Agustus, mengalahkan konsensus pasar naik 921.000 barel.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dijadwalkan mengadakan pertemuan akhir bulan ini di Aljazair dan harga minyak telah berfluktuasi karena spekulasi bahwa kartel dapat setuju untuk membatasi pasokan.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg yang dipublikasikan pada Jumat, Putin mengatakan dia yakin Rusia dan OPEC, yang bersama-sama menghasilkan setengah minyak mentah dunia, akan setuju untuk membekukan produksi dan bahwa setiap perselisihan dengan Iran atas masalah ini bisa diatasi.
Sebelumnya, Iran telah berjanji akan meningkatkan produksi ke tingkat pra-sanksi empat juta barel per hari.
“Dari sudut pandang ekonomi dan logika, maka itu akan benar untuk menemukan semacam kompromi,” Putin mengatakan kepada Bloomberg. “Saya yakin bahwa semua orang mengerti itu.”
Upaya untuk mencapai kesepakatan serupa pada April telah gagal ketika produsen utama Arab Saudi menolak keras desakan Iran untuk kembali ke tingkat produksi sebelumnya. (Setiawan)




































